Analisis Multifaktor Kecenderungan Body Dysmorphic Disorder pada Mahasiswi Baru

Authors

DOI:

https://doi.org/10.26539/teraputik/9/3/2026.956

Keywords:

Body Dysmorphic Disorder, Mahasiswi Baru, Analisis Fakor

Abstract

Body Dysmorphic Disorder (BDD) merupakan gangguan persepsi tubuh yang didasari oleh skema kognitif maladaptif terhadap kekurangan fisik yang dirasakan. Di era digital, tekanan sosial melalui media visual meningkat secara signifikan, namun data mengenai kecenderungan BDD pada konteks perguruan tinggi di Indonesia masih sangat terbatas. Mahasiswi baru menjadi populasi krusial karena berada pada fase transisi yang menuntut penyesuaian diri terhadap standar kecantikan sosial di lingkungan kampus yang baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang berkontribusi pada kecenderungan BDD di kalangan mahasiswi baru Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Padang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan metode Exploratory Factor Analysis (EFA) menggunakan rotasi Varimax. Subjek penelitian terdiri dari 323 mahasiswi baru yang dipilih dengan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui Skala Kecenderungan BDD yang divalidasi berdasarkan teori kognitif perilaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecenderungan BDD responden berada pada kategori sedang. Ditemukan lima faktor laten yang membentuk fenomena ini, dengan kerentanan psikologis sebagai faktor paling dominan, diikuti oleh perbandingan sosial, sensitivitas penilaian, tekanan psikososial, dan kepekaan emosional. Temuan ini menegaskan bahwa BDD bersifat multidimensional dan memberikan implikasi strategis bagi pengembangan layanan bimbingan dan konseling di perguruan tinggi, seperti bimbingan kelompok dan konseling kelompok dengan fokus pada restrukturisasi kognitif.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adlya, S. I., & Zola, N. (2020). Kecenderungan Body Dysmorphic Disorder pada Remaja. JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia), 4(2), 59-62. https://doi.org/10.29210/3003269000.

Amrizon, N. A., Ifdil, I., Nirwana, H., Zola, N., Fadli, R. P., & Putri, Y. E. (2022). Studi Pendahuluan; Kecenderungan Body Dysmorphic Disorder (BDD) pada mahasiswa bimbingan dan konseling. Jurnal Konseling dan Pendidikan, 10(1), 87-99. https://doi.org/10.29210/176900

Aswathy, J. B. (2023). Body Dysmorphic Disorder: Cause and Consequences. Global Journal For Research Analysis, 12(12). https://10.36106/gjra

Bunda, T. P., Syukur, Y., Sukma, D., & Fikri, M. (2025). Implementation of Mindful Self-Compassion Group Counseling in Reducing Self-Injury Behavior in Students. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 11(11), 1085-1092. https://doi.org/10.29303/jppipa.v11i11.13282.

Cahyaningrum, A. A., Efendy, M., & Pratikto, H. (2024). Kecenderungan Body Dysmorphic Disorder pada Remaja: Adakah peranan Self Acceptance?. JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia, 2(2), 417-432. https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/jiwa

Edmawati, M. D. (2023). Body Dysmorphic Disorder: Konsep Penanganan, Konseling Kelompok & Teknik Cognitive Restructuring. Makassar: Nas Media Pustaka.

Hair, J. F., Black, W. C., Babin, B. J., & Anderson, R. E. (2022). Multivariate Data Analysis (8th ed.). Boston: Cengage Learning.

Ihsan, H., Wahyuni, M. S., & Kurnadipare, A. I. (2023). Penerapan Analisis Faktor Eksplanatori pada Pengambilan Keputusan Mahasiswa Membeli Produk Online di Kota Makassar. Journal of Mathematics, Computations, and Statistics, 6(2), 169-176. , [Online]. Available: http://www.ojs.unm.ac.id/jmathcos

Islami, A. C., & Fitriyani, H. (2022). Gambaran Self-Acceptance (Penerimaan Diri) Pada Remaja yang Tinggal Bersama Orang Tua Tunggal Ibu: Sebuah Penelitian Kualitatif. INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling, 11(2), 135-148. https://doi.org/10.21009/INSIGHT.112.02

Izzani, T. A., Octaria, S., & Linda, L. (2024). Perkembangan Masa Remaja. JISPENDIORA Jurnal Ilmu Sosial Pendidikan Dan Humaniora, 3(2), 259-273. https://doi.org/10.56910/jispendiora.v3i2.1578

Latifah, O., Rahmadani, R., & Yarni, L. (2024). Perkembangan Masa Remaja. Dewantara: Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora, 3(3), 187-194. https://doi.org/10.30640/dewantara.v3i3.2876

Mohanty, A., Vajaratkar, V. P., & Dias, A. (2024). Prevalence of Body Dysmorphic Disorder in college-going students: a quantitative study. Indian Journal of Clinical Psychiatry, 4(01), 42-49. https://10.54169/ijocp.v4i01.110

Phillips, K. A. (2009). Understanding Body Dysmorphic Disorder: An essential guide. Oxford University Press.

Putri, R. A., Utami, A. B., & Ramadhani, H. S. (2022). Body Dysmorphic Disorder pada Pengguna Media Sosial : Self Esteem. Jurnal Psikologi Indonesia, 10(10), 1–7. Diakses dari: http://repository.untag-sby.ac.id/14323/8/JURNAL%20TURNITIN.pdf

Rahmat, C. P., Ilahi, F. N., Cahyo, G. N., & Sugara, H. (2024). Perilaku agresif pada remaja: dampak dan pencegahannya. TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 7(3), 20-26.

Ramdani, Z. (2021). Metode Systematic Literature Review untuk Identifikasi Body Dysmorphic Disorder pada Remaja. Journal of Psychological Perspective, 3(2), 53-58. https://doi.org/10.47679/jopp.32952021

Roosdyanto, F. X. D., Zamralita., & Fahlevi, R. (2025). Kesejahteraan Subjektif pada Mahasiswa Universitas X Jakarta. Provitae Jurnal Psikologi Pendidikan, 18(1), 50-59.

Saab, A., Jamaleddine, Y., Ismail, O., Abbas, L. A., Daoud, R., & Nasser, Z. (2024). Prevalence of Body Dysmorphic Disorder (BDD) among the Lebanese University students: associated risk factors and repercussion on mental health. Journal of Preventive Medicine and Hygiene, 64(4), E481-E487. https://doi.org/10.15167/2421-4248/jpmh2023.64.4.3050

Sasmita, E., Rahmadini, M., Razi, F., & Syam, H. (2025). Layanan Dalam Bimbingan Dan Konseling Bagi Peserta Didik Di Sekolah. Jurnal Multidisiplin Ilmu Akademik, 2(1), 83-91. https://doi.org/10.61722/jmia.v2i1.3135

Song, A., & Mahaputra. (2022). Body Dysmorphic Disorder di Layanan Estetik: Prevalensi, Problematika, dan Deteksi Dini. Jurnal Kedoktean Meditek, 28(1), 97-106. https://doi.org/10.36452/jkdoktmeditek.v28i1.2236

Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kuantitatif, Kulaitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sukma, D. (2022). Analysis of body esteem and social anxiety in late adolescents. JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia), 8(3), 676-685. https://doi.org/10.29210/020221556

Syahputra, Y., Rahmat, C. P., & Erwinda, L. (2025). Instrumentasi Tes dalam Bimbingan dan Konseling. CV Eureka Media Aksara.

Syahri, L. M., & Daharnis, D. (2020). Correlation Between Social Acceptance and Student Self Presentation and Implications in Guidance and Counseling Services. Jurnal Neo Konseling, 2(3). https://doi.org/10.24036/00349kons2020.

Veale, D. (2004). Advances in a cognitive behavioural model of body dysmorphic disorder. Body Image, 1(1), 113-125. https://doi.org/10.1016/S1740-1445(03)00009-3.

Yunalia, E. M., Samudera, W. S., & Fatehah, N. (2023). Gender dan Resiko Kecenderungan Body Dysmorphic Disorder pada Remaja Akhir. Holistik Jurnal Kesehatan, 17(4), 327-333. https://doi.org/10.33024/hjk.v17i4.11099

Yusuf, A. M. (2017). Metode Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian Gabungan. Jakarta: Kencana.

Downloads

Published

2026-02-28

How to Cite

Nur Rizki, P., Fikri, M., Sukma, D., & Mita Syahri, L. (2026). Analisis Multifaktor Kecenderungan Body Dysmorphic Disorder pada Mahasiswi Baru. TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 9(3), 19-32. https://doi.org/10.26539/teraputik/9/3/2026.956