Perbandingan Efektivitas Briket dari Kulit Kacang Tanah dengan Briket dari Kulit Kuaci sebagai Sumber Energi Alternatif

Penulis

  • Amanda Yulia, S.Pd u Penulis
  • Raharjo Penerjemah
  • Haediani Yenis Penerjemah

DOI:

https://doi.org/10.30998/q6dteb91

Kata Kunci:

briket, biomasa, kulit kacang tanah, efektivitas, nilai kalor, kulit biji bunga matahari

Abstrak

Penelitian ini membandingkan efektivitas briket yang terbuat dari limbah kulit kacang tanah (PS) dan limbah kulit biji bunga matahari (SS) sebagai bahan bakar alternatif. Pemanfaatan limbah biomassa ini penting sebagai solusi energi terbarukan di tengah menurunnya cadangan bahan bakar fosil di Indonesia. Parameter utama yang diukur dalam evaluasi briket meliputi nilai kalor, kadar air, kadar abu, kerapatan, durasi pembakaran, dan laju pembakaran.

Briket yang terbuat dari kulit kacang tanah (PS) seringkali menunjukkan nilai kalor sekitar 4.201–6.908 kal/g dengan kadar air yang rendah (sekitar 4,1%) dan kadar abu yang rendah (sekitar 3,8%) pada formulasi tertentu. Di sisi lain, briket yang terbuat dari kulit biji bunga matahari (SS) secara umum cenderung memiliki nilai kalor yang lebih rendah, yaitu diperkirakan sekitar 3.500–4.200 kal/g, meskipun tetap kompetitif untuk digunakan sebagai bahan bakar rumah tangga. Briket SS mampu menghasilkan durasi pembakaran yang relatif lama, yaitu sekitar 45–60 menit per briket ukuran standar, dengan kadar air rendah (<8%) serta kadar abu rendah (<10%).

Secara keseluruhan, briket yang terbuat dari kulit kacang tanah dinilai lebih efektif dibandingkan dengan briket dari kulit biji bunga matahari karena memiliki potensi nilai kalor yang lebih tinggi dan lebih stabil. Oleh karena itu, limbah kulit kacang tanah lebih direkomendasikan sebagai bahan baku yang efisien dalam pembuatan briket biomassa.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Imamul, A., Afifah, N. Y., & Sari, I..P W. (2020). PEMANFAATAN LIMBAH KULIT BIJI BUNGA MATAHARI (Helianthus annuus) SEBAGAI PUPUK ORGANIK THE UTILIZATION OF SUNFLOWER SEED WASTE (Helianthus Annuus) AS ORGANIC FERTILIZER. In Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa, 2(2), 165-172

Febriani, D.A.S., Kusuma, W. F., Rahmanto, E.D., & Prasetyo, A.D. (2022). ANALISIS KUALITAS BRIKET ARANG KULIT KACANG TANAH DENGAN PEREKAT BIJI NANGKA.Jurnal Teknik Terapan, 42-46. https://doi.org/https://doi.org/10.25047/jteta.v1i2.19

Drăgușanu, V., Lunguleasa, A., & Spîrchez, C. (2021). The briquettes properties from seed sunflower husk and wood larch shavings. Wood Research, 66(4), 689–699. https://doi.org/10.37763/WR.1336-4561/66.4.689699

Febriani, S. D. A., Kusuma, F. W., Rahmanto, D. E., & Prasetyo, D. A. (2022). Analisis Kualitas Briket Arang Kulit Kacang Tanah Dengan Perekat Biji Nangka. Jurnal Teknik Terapan, 1(2), 42–46. https://doi.org/10.25047/jteta.v1i2.19

Kusyanto, H.R., & Kurniawan, A.. (2022). PEMBUATAN BIOBRIKET DARI CAMPURAN KULIT KACANG TANAH DAN TEMPURUNG KEMIRI DENGAN MENGGUNAKAN METODEKARBONISASI. Jurnal Teknik Kimia Vokasional, 2(2), 59–65. https://doi.org/10.46964/jimsi.v2i2.1692

Kusyanto, R. M., Subakir, Y. M., Rahayu, E. I., & Fitriyana. (2022). PEMANFAATAN KULIT KACANG TANAH DAN BAMBUSEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIOBRIKET DENGANMETODE KARBONISASI. Distilat Jurnal Teknologi Separasi, 8, 1031–1039.

Nurchayati, P. & Allo, Y. (2014). Pengaruh Komposisi Briket Biomassa Kulit Kacang Tanah dan Arang Tongkol JagungTerhadap Karakteristik Briket. Proceeding Seminar Nasional Tahunan Teknik Mesin , XIII (SNTTM XIII), 970–975.

Paranita, D. (2020). KOMBINASI CAMPURAN PELEPAH KELAPA SAWITDAN KULIT KACANG TANAH SEBAGAI BAHAN BAKUPEMBUATAN BIOBRIKET. Al Ulum Seri Sainstek, 8, 45–53.

Purnawarman, P., Nurchayati, N., & Padang, Y. A. (2015). Pengaruh Komposisi Briket Biomassa Kulit Kacang Tanah Dan Arang Tongkol Jagung Terhadap Karakteristik Briket. Dinamika Teknik Mesin, 5(2), 1–4. https://doi.org/10.29303/d.v5i2.38

Rahim, M., Subakir, M. Y., Rahayu, I. E., Kimia, J. T., Samarinda, P. N., Ciptomangunkusumo, J., & Panjang, K. G. (2022). Sebagai Bahan Baku Pembuatan Biobriket Dengan Metode Karbonisasi. DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi, 8(November), 1031–1039.

Rahmadhani, D. A., & Kusumayanti, H. (2025). Pembuatan briket dari kombinasi kulit kacang tanah (arachis hypogaea l.) dan kulit kacang pistachio pistacia vera l.) dengan tepung tapioka sebagai perekat. Jurnal Teknik Industri Terintegrasi, 8(1), 1208–1215. https://doi.org/10.31004/jutin.v8i1.41750

Harahap, S.N., & Jumiati, E. (2023). Analisis Sifat Fisika dan Kimia terhadap Pembuatan Briket Arang Limbah Biji Salak dengan Variasi Perekat Tepung Tapioka dan Tepung Sagu. Jurnal Fisika Unand, 12(1), 116–124. https://doi.org/10.25077/jfu.12.1.116-124.2023

Silva, C. B. da, Silva, A. A. N., Barroso, G., Yamamoto, P., Arthur, V., Toledo, C., & Mastrangelo, T. (2021). Convolutional Neural Networks Using Enhanced Radiographs for Real-Time Detection of Sitophilus zeamais in Maize Grain. Foods, 10(4), 879. https://doi.org/10.3390/foods10040879

Winangun, K., Malyadi, M., & Rifay, A. (2021). Analisa karakteristik briket campuran bahan dasar tempurung kelapa, kulit kacang, dan kulit kedelai terhadap nilai kalor menggunakan metode torefaksi microwave. Jurnal Program Studi Teknik Mesin UM Metro, 10, 93–98. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.24127/trb.v10i1.1537

Diterbitkan

2026-07-10

Cara Mengutip

Yulia, A. (2026). Perbandingan Efektivitas Briket dari Kulit Kacang Tanah dengan Briket dari Kulit Kuaci sebagai Sumber Energi Alternatif (Raharjo & H. Yenis, Penerj.). Sainsmath: Jurnal MIPA Sains Terapan, 5(1). https://doi.org/10.30998/q6dteb91