Hegemoni Kekuasaan Dalam Pagelaran Wayang Climen Lakon “Semar Mbangun Kayangan” Oleh Ki Seno Nugroho Perspektif Antonio Gramsci
DOI:
https://doi.org/10.30998/rq1e0v55Abstract
Wayang kulit merupakan bentuk seni tradisional yang kaya akan pesan moral dan nilai-nilai kehidupan. Lakon Semar Mbangun Kayangan yang dipentaskan oleh Ki Seno Nugroho menggambarkan perjuangan Semar dalam membangun “kayangan” sebagai simbol pembangunan moral masyarakat. Artikel ini menganalisis penerapan teori hegemoni kekuasaan Antonio Gramsci dalam pagelaran wayang kulit tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis naratif dan simbolik untuk memahami bagaimana wayang kulit tidak hanya berfungsi sebagai hiburan tradisional, tetapi juga sebagai sarana penyebaran dan perlawanan terhadap nilai-nilai ideologis kekuasaan hegemonik. Dengan memanfaatkan simbol-simbol dalam pagelaran, lakon ini mencerminkan dialektika antara kekuasaan dan kesadaran rakyat. Hasil penelitian menunjukkan bagaimana pagelaran ini berfungsi sebagai arena pertarungan ideologis, di mana kekuasaan dominan dihadapkan dengan nilai-nilai alternatif yang dapat menantang hegemoni tersebut. Artikel ini menegaskan bahwa seni pertunjukan wayang kulit berperan penting dalam membentuk kesadaran politik dan sosial masyarakat. Selain itu, wayang kulit juga berfungsi sebagai ruang bagi masyarakat untuk merefleksikan dan mengkritisi ideologi yang berlaku, serta memperkenalkan nilai-nilai baru yang dapat menumbuhkan kesadaran kolektif.
Downloads
References
Abouarjie, Milad. 2021. “The Role of Intellectuals in Gramsci’s Theory.” doi:10.13140/RG.2.2.29295.44966.
Ali, Zezen Zaenudin. 2017. “Pemikiran Hegemoni Antonio Gramsci (1891- 1937) di Italia.” Jurnal Yaqzhan 3(2).
Anderson, Bill. 2023. “The Role of Public Relations in a Counterhegemony: A Case Study of the 1968 Poor People’s Campaign.” Public Relations Review 49(4):102363. doi:10.1016/j.pubrev.2023.102363.
Anggoro, Bayu. 2018. “‘Wayang dan Seni Pertunjukan’ Kajian Sejarah Perkembangan Seni Wayang di Tanah Jawa sebagai Seni Pertunjukan dan Dakwah.” JUSPI (Jurnal Sejarah Peradaban Islam) 2(2):122. doi:10.30829/j.v2i2.1679.
Aorta, Dian Tias, dan Eka Danik Prahastiwi. 2025. “Wayang Beber sebagai Sarana Kritik Sosial.” YASIN 5(6):7251–71. doi:10.58578/yasin.v5i6.8635.
Asrori, Mohammad, Bima Fandi Asy’arie, Akhirudin, Ganjar Yusup Sofian, Ahmad Fadhel Syakir Hidayat, Aidillah Suja, dan Roibin. 2025. “Islamic Educational and Cultural Values in Indonesian Puppetry Art: A Systematic Literature Review.” Cogent Education 12(1):2490445. doi:10.1080/2331186X.2025.2490445.
Bates, Thomas R. 1975. “Gramsci and the Theory of Hegemony.” Journal of the History of Ideas 36(2):351. doi:10.2307/2708933.
Bieler, Andreas, dan Adam David Morton. 2001. “The Gordian Knot of Agency—Structure in International Relations: A Neo-Gramscian Perspective.” European Journal of International Relations 7(1):5–35. doi:10.1177/1354066101007001001.
Brighenti, Andrea Mubi. 2016. “Antonio Gramsci’s Theory of the Civil Society.” Hlm. 1–7 dalam Handbuch Kultursoziologie, disunting oleh S. Moebius, F. Nungesser, dan K. Scherke. Wiesbaden: Springer Fachmedien Wiesbaden.
Crehan, Kate. 2022. “Why Gramsci?” Dialectical Anthropology 46(4):507–20. doi:10.1007/s10624-022-09680-7.
Flick, Uwe. 2014. The SAGE Handbook of Qualitative Data Analysis. 1 Oliver’s Yard, 55 City Road London EC1Y 1SP: SAGE Publications, Inc.
Freire, Paulo. 2014. Pedagogy of the Oppressed: 30th Anniversary Edition. 30th anniversary edition. New York: Bloomsbury Publishing.
Gee, James Paul. 2014. An Introduction to Discourse Analysis. 0 ed. Routledge.
Gramsci, Antonio. 1971. Selections from The Prison Notebooks. Edited and translated by Quintin Hoare and Geoffrey Nowell Smith. New York: International Publishers.
Hall, Stuart. 1986. “Marxism and the Interpretation of Culture.” Hlm. 411–18 dalam Gramsci and Us. Urbana: University of Illinois Press.
Hardiman, F. Budi. 2010. Ruang Publik: Melacak “Partisipasi Demokratis” dari Polis sampai Cyberspace. Yogyakarta: Kanisius.
Katz, Hagai. 2006. “Gramsci, Hegemony, and Global Civil Society Networks.” VOLUNTAS: International Journal of Voluntary and Nonprofit Organizations 17(4):332–47. doi:10.1007/s11266-006-9022-4.
Koch, Max. 2022. “State-Civil Society Relations in Gramsci, Poulantzas and Bourdieu: Strategic Implications for the Degrowth Movement.” Ecological Economics 193:107275. doi:10.1016/j.ecolecon.2021.107275.
Kurniawan, Paulus Heru Wibowo. 2022. “Citra Bagong Sebagai Suara Wong Cilik Pada Kanal Youtube Dalang Seno.” 18(2).
Laclau, Ernesto, dan Chantal Mouffe. 1985. Hegemony and Socialist Strategy: Towards a Radical Democratic Politics. 2. ed. London: Verso.
Leśniak, Tomasz. 2012. “Ideology, Politics and Society in Antonio Gramsci’s Theory of Hegemony.” Hybris 16(1):82–92. doi:10.18778/1689-4286.16.05.
Maglaras, Vasilis. 2013. “Consent and Submission: Aspects of Gramsci’s Theory of the Political and Civil Society.” Sage Open 3(1):2158244012472347. doi:10.1177/2158244012472347.
Patria, Nezar, dan Andi Arief. 1999. Antonio Gramsci & Negara Hegemoni. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Seno, Dalang, dir. 2019. Perjalanan Ki Seno Menjadi Dhalang.
Siswati, Endah. 2018. “Anatomi Teori Hegemoni Antonio Gramsci.” Translitera : Jurnal Kajian Komunikasi dan Studi Media 5(1):11–33. doi:10.35457/translitera.v5i1.355.
Sotiris, Panagiotis. 2018. “Gramsci and the Challenges for the Left: The Historical Bloc as A Strategic Concept.” Science & Society: A Journal of Marxist Thought and Analysis 82(1):94–119. doi:10.1521/siso.2018.82.1.94.
Storey, John. 2009. Cultural Theory and Popular Culture: An Introduction. 5th ed. London: Routledge.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Panji

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






