Media Sosial sebagai Strategi Pemasaran Informasi Museum Sonobudoyo

Authors

  • Desi Nurcahyani Universitas Padjadjaran Author
  • Wina Erwina Universitas Padjadjaran Author
  • Samson CMS Universitas Padjadjaran Author

DOI:

https://doi.org/10.30998/yn482n20

Keywords:

Media Sosial; Strategi Pemasaran; Museum Sonobudoyo

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi digital telah mengubah paradigma pengelolaan lembaga kebudayaan, termasuk museum, dari ruang fisik menuju ranah digital yang interaktif. Transformasi ini menuntut strategi komunikasi yang adaptif dan berkelanjutan agar museum tetap relevan dan mampu menjangkau publik yang lebih luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran media sosial sebagai sarana strategi pemasaran informasi Museum Sonobudoyo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Museum Sonobudoyo telah menerapkan sebagian besar elemen bauran komunikasi pemasaran menurut Kotler dan Keller, meliputi sales promotion, events and experiences, public relations and publicity, online and social media marketing, mobile marketing, direct and database marketing, serta personal selling. Strategi tersebut berhasil memperkuat citra museum sebagai lembaga edukatif dan pelestarian budaya yang dinamis, meningkatkan partisipasi publik, serta memperluas jangkauan audiens, khususnya generasi muda. Dengan demikian, komunikasi pemasaran digital berperan penting dalam membangun keterlibatan publik dan memperkuat fungsi museum di era transformasi digital.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Almunawaroh, Aisyah., & Djamhur, Ina G. (2024). pengaruh konten media sosial tiktok terhadap minat berkunjung ke Museum Nasional Indonesia. Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK), 3, 243–251. https://doi.org/10.36441/snpk.vol3.2024.227.

Astuti, Rini Linda Dwi., Ainurohmah, Dovianti., Novia, & Qalban, Anas Azhimi. (2024). Digital information era: Strategi pemasaran Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta melalui pendekatan komunikasi pemasaran terpadu. Nivedana: Jurnal Komunikasi dan Bahasa, 5(2), 193 – 206. https://doi.org/10.53565/nivedana.v5i2.1164.

Ghifary, Annora Ghifary., Puspitadewi, Ganis Chandra., & Hariyanto, Wahyu. (2021). Pengaruh pemakaian media sosial facebook dan instagram pada Perpustakaan UNISMA terhadap tersebarnya informasi di kalangan pemustaka. LibTech: Library and Information Science Journal, 2(2). https://doi.org/10.18860/libtech.v2i2.23165.

ICOM (International Council of Museums). (2022). ICOM approves a new museum definition. Diakses pada Selasa 30 Desember 2025, melalui https://icom.museum/en/news/icom-approves-a-new-museum-definition/

Kotler, Philip., & Keller, Kevin Lane. (2016). Marketing management.

Mukhtar. (2013). Metode praktis penelitian deskriptif kualitatif. Jakarta: GP Press Grup

Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Tjiptono, Fandy. (2016). Pemasaran esensi & aplikasi.Yogyakarta: Andi.

Downloads

Published

2026-01-30

How to Cite

Nurcahyani, D., Erwina, W., & Samson CMS. (2026). Media Sosial sebagai Strategi Pemasaran Informasi Museum Sonobudoyo. Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni Dan Budaya, 8(2), 395-406. https://doi.org/10.30998/yn482n20