Kajian Motif Wastra Warna Alam Cakra Manggilingan: Representasi 11 Siklus Kehidupan Manusia

Authors

  • Rona Irbah Najiba universitas negeri semarang Author
  • Muh Fakhrihun Naam Universitas Negeri Semarang Author

DOI:

https://doi.org/10.30998/fzbxd680

Keywords:

Wastra; Cakramanggilingan; Motif; Omah Petrok; Warna Alam.

Abstract

Wastra tenun ikat merupakan salah satu bentuk ekspresi budaya masyarakat Indonesia yang sarat akan nilai simbolik, filosofis, dan kultural. Wastra Cakramanggilingan menjadi salah satu bentuk inovasi tenun ikat warna alam yang diciptakan oleh Omah Petrok sebagai bagian dari upaya pelestarian Wastra Nusantara dan reinterpretasi motif tradisional dalam medium tekstil kontemporer. Motif yang digunakan dalam rangkaian seri Wastra Cakramanggilingan lahir dari proses interpretasi dan transformasi berbagai elemen konstektual yang terdapat dalam kehidupan manusia sehingga mencerminkan makna simbolik yang mendalam terkait proses kehidupan filosofis dan kultural manusia.  Dalam falsafah Jawa, Cakramanggilingan merupakan ideologi atau simbol siklus kehidupan yang terus berputar: lahir, hidup, mati dan kembali. Dalam proses pewarnaannya, Omah Petrok menggunakan pewarna alam yang berasal dari sumber warna alam lokal Jepara. Untuk memahami makna yang terkandung pada setiap motif yang digunakan pada wastra Cakramanggilingan, peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi. Penelitian dilakukan dengan wawancara mendalam untuk menggali makna motif Wastra Cakramanggilingan sebagai representasi 11 tahapan kehidupan manusia.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anto, P., & Anita, T. (2019). Tembang Macapat sebagai Penunjang Pendidikan Karakter. DEIKSIS, 11(01), 77. https://doi.org/10.30998/deiksis.v11i01.3221

Azkiyyah, M. (2019). Perancangan visual book sejarah dan motif hias tenun troso jepara. Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

Djoemena, N. S. . (2000). Lurik : garis-garis bertuah = the magic stripes. Djambatan.

Elvida, M. N. (2015). Makna Budaya Kain Tenun Ikat Maumere Kebudayaan adalah hasil kreativitas manusia yang terus berkembang interaksinya dengan dalam dunia. Jurnal Holistik, Tahun VIII(16), 1–22.

Fajarena, Y., & Yustana, P. (2022). KARAKTERISTIK MOTIF TENUN OMAH PETROK DI DESA TROSO JEPARA. Sanggitarupa, 2(2), 143–159. https://doi.org/10.33153/sanggitarupa.v2i2.4768

Ginting, Q. (2016). Nusawastra silang budaya. PT. Torako.

Ihya’Ulumuddin, D. I., & Sulistiyawati, P. (2018). Deformasi Bentuk pada Motif Tenun Troso. Seminar Nasional Seni Dan Desain : "Konvergensi Keilmuan Seni Rupa Dan Desain Era 4.0” FBS Unesa, 25 Oktober 2018, 167–173.

Iwansyah, Mahsun, dan J. M. (2023). Signifikansi dan Mitologi dalam Lawas Pamuji : Perspektif Roland Barthes: Vol. x (Issue x) [Universitas Mataram]. https://eprints.unram.ac.id/id/eprint/41439

Kinasih, N., Prihantoro, W., Wahyudianto, Windrowati, T., & Muzaqqi, A. (2024). Sedulur Papat as the Source of the Creation of the Dance Work “DEG.” GETER : Jurnal Seni Drama, Tari Dan Musik, 7(2), 41–51. https://doi.org/10.26740/geter.v7n2.p41-51

Lailatul Maulidiyah, N., Jurusan Seni Rupa, S., Bahasa dan Seni, F., & Negeri Semarang, U. (2023). Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Motif Khas Tenun Ikat Troso Sebagai Sumber Pembelajaran Muatan Lokal Seni Rupa Smp Di Kabupaten JEPARA. In Eduarts (Vol. 12, Issue 1). http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/eduart

Prabawa, A. K., & Mukti, M. (2022). Interpretasi Makna Gramatis dan Psikologis Tembang Macapat dengan Analisis Hermeneutika Schleiermacher. Indonesian Journal of Performing Arts Education, 2(2), 1–15. https://doi.org/10.24821/ijopaed.v2i2.7113

Putri, Y., & Nurhuda, A. (2023). The Relevance of Gender-Based in RA Kartini’s Perspective on the Goals of Islamic Education. Advances in Humanities and Contemporary Studies, 4(1), 202–215. https://doi.org/10.30880/ahcs.2023.04.01.017

Ramadhani, R. D. (2015). 1623-4721-1-Pb. Ornamen, 12, 117–130. https://jurnal.isi-ska.ac.id/index.php/ornamen/article/view/1623

Ramli, S., Malaysia, U., Sabzali, K., Kahn, M., & Yaacob, M. N. (2018). Representasi Motif Batik Lukis Di Negeri Pahang: Satu Kajian Literatur (The Representation Of Batik Painting Motif In Pahang: A Literature Review). In Jurnal Pengajian Melayu, Jilid (Vol. 29).

Selania, A., Daniel, M., & Safira. (2018). Tradisi Mapati Dan Mitoni Masyarakat Jawa Islam. International Conference on Indonesian Studies: “Ethnicity and Globalization,” 21–31.

Siana, R., Darmawanto, E., & Alfian, T. (2022). Kajian Motif Wastra Cakra Manggilingan Omah Petrok Troso Dalam Desain Komunikasi Visual. SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya, 5(1), 1–10. https://doi.org/10.34001/jsuluh.v5i1.3077

Sunaryo, A. (2009). Ornamen Nusantara : kajian khusus tentang ornamen Indonesia. Dahara Prize.

Zainul Arifin MA, F. B. S., & , Rofisiana, D. A. S. (2025). Motif Wastra Raden Slamet Cakramanggilingan. Suluh: Jurnal Seni Desain Budaya, 8(1), 120–138. https://doi.org/https://doi.org/10.34001/jsuluh.v8i1.8610

Downloads

Published

2026-01-30

How to Cite

Najiba, R. I., & Naam, M. F. (2026). Kajian Motif Wastra Warna Alam Cakra Manggilingan: Representasi 11 Siklus Kehidupan Manusia. Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni Dan Budaya, 8(2), 316-330. https://doi.org/10.30998/fzbxd680