Simbolisme Tradisi Beseman Di Desa Somoroto, Kecamatan Kauman, Reog Ponorogo Sebagai Sarana Pendidikan Karakter Masyarakat Ponorogo

Authors

  • Ananta Putra Herdianto Universitas Negeri Semarang Author
  • Sri Prastiti Kusuma Anggraeni Universitas Negeri Semarang Author

DOI:

https://doi.org/10.30998/qx4c9517

Keywords:

Reog Ponorogo; Beseman Tradition; symbolism; moral education; Javanese culture

Abstract

Tradisi Beseman merupakan ritual sakral yang dilaksanakan sebelum pementasan Reog Ponorogo. Tradisi ini mengandung nilai spiritual, etika, dan simbolik yang mendalam sebagai bentuk permohonan keselamatan, penghormatan kepada leluhur, serta hubungan antara manusia dan Tuhan Yang Maha Esa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan simbol-simbol yang terdapat dalam Tradisi Beseman serta pesan pendidikan moral yang terkandung di dalamnya. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi partisipatoris, wawancara terbuka, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol-simbol dalam Beseman seperti Cok Bakal, sajen Barongan, serta japa mantra, memiliki makna filosofis terkait kehidupan manusia, harmoni alam, dan penghormatan terhadap leluhur. Tradisi ini tidak hanya sebagai pelengkap pertunjukan seni, tetapi juga sebagai sarana pendidikan karakter masyarakat Ponorogo yang sarat dengan nilai moral, religius, dan kultural.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

  • Ananta Putra Herdianto, Universitas Negeri Semarang

    Fakultas Bahasa Dan Seni

  • Sri Prastiti Kusuma Anggraeni, Universitas Negeri Semarang

    Fakultas Bahasa Dan Seni

References

Al, F., Magister, Z., Sunan, U., Yogyakarta, K., Alwi, M., & Magister, H. S. (2020). Al-Tadabbur: Jurnal Kajian Sosial, Peradaban dan Agama Pemaknaan Simbol-Simbol Dalam Tahlilan Pada Tradisi Satu Suro Di Makam Raja-Raja Mataram Kotagede-Yogyakarta.

Ardelia, F., Purwadita, C., Hidajat, R., Ponorogo, R., Tokoh, K., & Pertunjukan, S. (2024.). Peran Penari Patra Dalam Penyajian Reyog Ki Onggopati Desa Plunturan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo Kata kunci Keywords. Journal of Language, Literature, and Arts, 4(1), 2024. https://doi.org/10.17977/um064v4ix2024pxxx-xxx

Aris Dwi Jayanti. (2023). Bentuk Makna dan Fungsi Boyong Grobog Bagi Masyarakat Kabupaten Grobogan.

Bastomi. (1984). Kebudayaan Apresiasi (F. I. Semarang (Ed.)). FKIP IKIP Semarang.

Desi Widyastuti. (2013). Makna Ritual Dalam Pementasan Seni Tradisi Reog Ponorogo (Studi Kasus Desa Wagir Lor Kecamatan Ngebel Kabupaten Ponotofo . UniversitasSebelasMaret.

Derry Dwi Setiyoko. Dewi Kilisuci Dalam Tradisi Masyarakat Lereng Gunung Kelud. (2023).

Endraswara. (2005). Tradisi Lisan Jawa : Warisan Abadi Leluhur. Narasi.

Hafid, A., Pelestarian, R. B., Budaya, N., Selatan, S., Sultan, J., Tala, A. /, & Km, S. (2019). Makna Simbolik Tradisi Ritual Massorong Lopi-Lopi Oleh Masyarakat Mandar Di Tapango, Kabupaten Polman, Provinsi Sulawesi Barat Symbolic Meaning In Ritual Tradition Of Massorong Lopi-Lopi By Mandar Community In Tapango, Polman Regency, West Sulawesi Province. In Walasuji (Vol. 10, Issue 1).

Ika, A., & Janah, N. (n.d.). Makna Simbolik Tradisi Mondhosio Di Dusun Pancot, Kalisoro, Tawangmangu, Karanganyar.

Kholis, N. (2022). Makna Tradisi Sesajen Dalam Acara Ewoh. Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama Dan Kebudayaan Hindu, 13(2), 161–175. https://doi.org/10.36417/widyagenitri.v13i2.489

Maharani. (2022). Tradisi Larung Ari-ari Sebagai Tanda Kelahiran Bayi Pada Masyarakat di Dusun Dwi Wibowo, Desa Ngujang, Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung. Institut Agama Islam Negeri Tulungagung.

Makanan, S., Kematian, D. K., Ke-7 Masyarakat, H., Ngalarangan, D., Singosari, D., Boyolali, K., Ananda, P., & Fadhilah, A. N. (2023). IJM: Indonesian Journal of Multidisciplinary. In IJM: Indonesian Journal of Multidisciplinary (Vol. 1). https://journal.csspublishing/index.php/ijm

Yusuf Eka Pramuja. Nilai Simbolisme Dalam Mantra. (2024).

Nugroho Dwi Ertanto, A., Dewa Putu Eskasasnanda, I., & Azrarila Uzma, R. (2022). Konstruksi sosial masyarakat Desa Kauman atas seni tari Reyog Ponorogo. Jurnal Integrasi Dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial, 2(3), 259–266. https://doi.org/10.17977/um063v2i32022p259-266

Oktalia, A. I., & Novariyanto, R. A. (2024). Simbol dalam Tradisi Kematian (Geblag) Masyarakat Jawa di Desa Tamankuncaran Kecamatan Tirtoyudo Kabupaten Malang. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Budaya, 10(3), 629. https://doi.org/10.32884/ideas.v10i3.1847

Peursen. (1988). Strategi Kebudayaan. Kanisius.

Rahmawati, R., Nurhadi, Z. F., & Suseno, N. S. (2017). Makna Simbolik Tradisi Rebo Kasan. Jurnal Penelitian Komunikasi, 20(1), 61–74. https://doi.org/10.20422/jpk.v20i1.131

Shailendri Alviana, Q. N. W. (2023). PELAKSANAAN TRADISI BERSIH DESA GEMPOL SEBAGAI SIMBOL KOMUNIKASI BUDAYA. Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, Dan Humaniora.

Susanti, R., & Achiriah, A. (2024). Jurnal EDUCATIO (Jurnal Pendidikan Indonesia) Dinamika tradisi malem selikuran pada masyarakat Jawa di desa Tanjung Pasir Labuhanbatu Utara. 10(1), 7–12. https://doi.org/10.29210/1202423627

Wulandari, S. (2021). Makna Simbolik Dalam Tahlilan Masyarakat Gorontalo Di Desa Panggulo Symbolic Meaning in Tahlilan The Gorontalo Community in Panggulo Village. Jurnal Tradisi Lisan Nusantara, 1, 61. https://doi.org/10.51817/jsl.v1i1.269

Downloads

Published

2026-01-30

How to Cite

Herdianto, A. P., & Anggraeni, S. P. K. (2026). Simbolisme Tradisi Beseman Di Desa Somoroto, Kecamatan Kauman, Reog Ponorogo Sebagai Sarana Pendidikan Karakter Masyarakat Ponorogo. Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni Dan Budaya, 8(2), 307-315. https://doi.org/10.30998/qx4c9517