Fungsi Ruang Istana Asserayah Al Hasyimiah Sebagai Unsur Karya Seni Budaya Peradaban Manusia Modern

Authors

  • Hengki Satria Universitas Islam Riau Author
  • Muhammad Perdi Universitas Islam Riau Author
  • Fatia Kurniati Universitas Negeri Riau Author

DOI:

https://doi.org/10.30998/06w88117

Keywords:

Fungsi ruang istana; Seni budaya Melayu; Peradaban modern; Semiotik arsitektur; Edukasi budaya

Abstract

Penelitian ini mengkaji fungsi ruang Istana Asserayah Al Hasyimiah sebagai unsur karya seni budaya peradaban manusia modern untuk mendeskripsikan dan menganalisis bagaimana ruang-ruang istana, yang terbagi ke dalam zona publik, semi-publik/semi-privat, privat, dan servis, tidak hanya berfungsi secara utilitarian tetapi juga sebagai medium simbolik yang merepresentasikan hierarki sosial, legitimasi kekuasaan, dan identitas budaya. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur, observasi lapangan, wawancara mendalam, serta dokumentasi visual. Analisis dilakukan secara induktif dengan memanfaatkan perspektif semiotik dan historis untuk menafsirkan simbol-simbol arsitektur dan konteks budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi ruang istana tidak sekadar memenuhi kebutuhan praktis, melainkan juga mengartikulasikan nilai estetis dan simbolik yang relevan dengan peradaban modern. Transformasi istana menjadi museum memperkuat fungsi edukatif ruang, menjadikannya medium pembelajaran budaya lintas generasi sekaligus memperlihatkan kemampuan peradaban Melayu Siak dalam mengintegrasikan tradisi dengan modernitas.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahmad, M., Heriyanto, H., Hamid, A., Susanto, N. H., Fadhilah, N., Muttaqin, M., Irsyad, M., Mahmudah, U., Eswoyo, A., & Afad, M. N. (2020). Academic Culture: Refleksi, Asesmen dan Agenda Masa Depan. Scientist Publishing.

Anshori, M., & Iswati, S. (2019). Metodologi penelitian kuantitatif: edisi 1. Airlangga University Press.

Ardiansyah, A. (2024). Revitalisasi Bangunan Bersejarah: Pendekatan Konservasi dan Rekonstruksi. Tugas Mahasiswa Program Studi Arsitek, 1(1).

Evers, H.-D., & Korff, R. (2002). Urbanisme di Asia Tenggara: Makna dan kekuasaan dalam ruang-ruang sosial. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Hartanto, T., Judijanto, L., Kesumasari, D., Wardani, D. E., Rochana, I. P., Indrianingrum, L., Sari, P. A., Suminar, L., Maulina, W., & Endriyanto, D. (2025). Pengantar Arsitektur Kota. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.

Hasanah, H. (2016). Teknik-teknik observasi (sebuah alternatif metode pengumpulan data kualitatif ilmu-ilmu sosial). At-Taqaddum, 21–46.

Hendro, E. P. (2020). Simbol: Arti, fungsi, dan implikasi metodologisnya. Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi, 3(2), 158–165.

Indrayuni, A., Kamil, M., Judijanto, L., Deapati, A. K., Lesmana, P. S. W., Andriani, D., Hartanto, T., Miftahujannah, M., & Anshari, A. Z. (2025). Pengantar Teori dan Kritik Arsitektur. PT. Green Pustaka Indonesia.

Kendra, J. (2024). Revitalisasi Kawasan Bersejarah: Pendekatan Desain untuk Pelestarian dan Pengembangan Pariwisata. Circle Archive, 1(6).

Nurhayati, N., Apriyanto, A., Ahsan, J., & Hidayah, N. (2024). Metodologi Penelitian Kualitatif: Teori dan Praktik. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.

Putra, G. S., & Pama, S. A. (2025). Istana Siak Sri Indrapura: Warisan Sejarah dan Budaya Melayu di Riau. Journal of Comprehensive Science (JCS), 4(7).

Rifa’i, M. A. (2024). Reduksi Data, Penyajian Data, dan Penarikan Kesimpulan dalam Penelitian Kualitatif. STAIDA SUMSEL.

Satria, H., Kurniati, F., & Hadi, M. A. (2024). Analysis of symbolic meaning as an expression of Malay cultural values in the Malay ornaments of the Asserayah Al-Hasyimiyah palace, Siak Sri Indrapura Regency. Dewa Ruci: Jurnal Pengkajian Dan Penciptaan Seni, 19(2), 235–245.

Wardani, L. K. (2010). Fungsi, makna dan simbol (sebuah kajian teoritik).

Downloads

Published

2026-01-30

How to Cite

Satria, H., Perdi, M., & Kurniati, F. (2026). Fungsi Ruang Istana Asserayah Al Hasyimiah Sebagai Unsur Karya Seni Budaya Peradaban Manusia Modern. Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni Dan Budaya, 8(2), 383-394. https://doi.org/10.30998/06w88117