Alih Wahana Sebagai Praktik Visual: Analisis Transformasi Dan Representasi Dalam Mural Tokoh Konferensi Asia Afrika
DOI:
https://doi.org/10.30998/vh.v9i1.2736Keywords:
Desain Komunikasi Visual, Fotografi, Mural, Alih wahanaAbstract
Alih wahana dalam seni visual merupakan praktik transformasi medium yang tidak hanya melibatkan perubahan bentuk, tetapi juga konstruksi ulang makna visual sesuai dengan konteks media baru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis proses alih wahana dari fotografi ke mural, dengan fokus pada aspek transformasi visual, peran teknologi digital, serta perubahan makna dalam konteks ruang publik. Objek penelitian adalah mural tokoh Konferensi Asia Afrika di Jembatan Pasopati Bandung. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis visual, observasi lapangan, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses alih wahana mencakup seleksi visual, reduksi detail, stilisasi bentuk, serta adaptasi warna dan skala. Internet berperan sebagai sumber referensi utama yang mempercepat proses kreatif, namun sekaligus memunculkan persoalan etika visual. Mural tidak hanya berfungsi sebagai objek estetis, tetapi juga sebagai media representasi sejarah dan komunikasi publik. Penelitian ini menegaskan bahwa alih wahana merupakan praktik kreatif yang kompleks, yang mengintegrasikan aspek teknis, estetika, dan sosial dalam desain visual kontemporer.
Downloads
References
Ardianto, Y. (2019). Peran mural sebagai media komunikasi publik di ruang kota. Jurnal Desain Komunikasi Visual, 4(2), 85–94.
Damono, S. D. (2012). Alih wahana. Jakarta: Editum.
Djelantik, A. A. M. (1999). Estetika: Sebuah pengantar. Bandung: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.
Gombrich, E. H. (1995). The story of art (16th ed.). London: Phaidon Press.
Hidayat, D., & Prasetyo, A. (2020). Transformasi visual dalam seni mural sebagai media ekspresi sosial. Jurnal Seni dan Desain, 12(1), 45–56.
Kurniawan, R. (2018). Fotografi sebagai referensi dalam penciptaan karya seni rupa. Jurnal Imajinasi, 10(2), 120–128.
Landa, R. (2014). Graphic design solutions (5th ed.). Boston, MA: Cengage Learning.
Male, A. (2017). Illustration: A theoretical and contextual perspective (2nd ed.). London: Bloomsbury.
Meggs, P. B., & Purvis, A. W. (2016). Meggs' history of graphic design (6th ed.). Hoboken, NJ: Wiley.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Prasiasa, D. P. O. (2022). Mural Art as a Media for Social Criticism: Perspective Structuralist-Constructivism. Mudra Jurnal Seni Budaya, 37(2).
Pratama, A. (2022). Visual transformation in public mural art. Journal of Visual Communication, 8(2), 101–115.
Putri, N. L. (2021). Alih wahana dalam seni visual kontemporer. Jurnal Seni Rupa Nusantara, 6(1), 33–41.
Rustan, S. (2009). Layout dasar dan penerapannya. Jakarta: Gramedia.
Santoso, B. (2017). Mural sebagai identitas visual kota. Jurnal Arsitektur dan Desain, 9(1), 55–66.
Sari, D. P. (2023). Digital image as reference in contemporary visual art practice. International Journal of Art & Design, 5(1), 55–67.
Soelarko, R. M. (1976). Penuntun fotografi. Bandung: PT Karya Nusantara.
Sontag, S. (1977). On photography. New York, NY: Farrar, Straus and Giroux.
Sahabuddin, W., & Hildayanti, A. (2024). Visual communication in public space through mural art in Makassar, Indonesia. SINERGI, 28(1), 83–92. DOI: 10.22441/sinergi.2024.1.009.
Wahana Komputer. (2003). Panduan aplikatif pemanfaatan kamera digital. Yogyakarta: Andi.
Wells, L. (2015). Photography: A critical introduction (5th ed.). London: Routledge
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Catur Sunu Wijayanto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.






