Buku Foto Sebagai Media Dokumentasi Kegiatan Pelestarian Pencak Silat Tradisional KPSTI
DOI:
https://doi.org/10.30998/vh.v9i1.2734Keywords:
Pencak Silat, Buku Foto, Fotografi, komunikasi visual, generasi Z.Abstract
Pencak Silat merupakan salah satu warisan budaya Nusantara yang memiliki nilai historis, filosofis, seni, dan bela diri, serta telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia sejak tahun 2019. Meskipun demikian, Pencak Silat masih menghadapi persoalan persepsi di kalangan masyarakat, khususnya generasi Z, yang cenderung mengasosiasikannya dengan kekerasan, tawuran, dan budaya masa lalu. Selain itu, informasi mengenai sejarah, nilai, dan keberagaman Pencak Silat masih tersebar pada berbagai sumber sehingga belum tersampaikan secara komprehensif melalui media yang sesuai dengan karakteristik audiens muda. Perancangan ini bertujuan menghasilkan buku foto sebagai media komunikasi visual yang dapat memperkenalkan Pencak Silat secara informatif, autentik, dan menarik bagi generasi Z. Metode perancangan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi di Museum Pendopo Pencak Silat TMII serta wawancara dengan Kepala Unit Pondok Pustaka dan Museum Padepokan Pencak Silat Indonesia. Data yang diperoleh digunakan sebagai dasar dalam menentukan konsep visual, pendekatan fotografi, penyusunan narasi, serta perancangan tata letak buku. Hasil perancangan berupa buku foto yang memadukan fotografi dokumenter dengan narasi informatif mengenai sejarah, nilai, ragam gerak, dan aktivitas dalam Pencak Silat. Perancangan ini diharapkan dapat menjadi media dokumentasi sekaligus edukasi yang mampu memberikan pemahaman yang lebih utuh mengenai Pencak Silat serta memperkenalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya kepada generasi Z melalui pendekatan komunikasi visual yang relevan.
Downloads
References
Colberg, J. (2017). Understanding photobooks: The form and content of the photographic book.
Routledge.
Di Bello, P., Wilson, C., & Zamir, S. (Eds.). (2012). The photobook: From Talbot to Ruscha and
beyond. I.B. Tauris.
Dwiatmini, S., Listiani, W., & Rustiyanti, S. (2023). Media pembelajaran artistik pencak silat:
Analisis literatur terbitan Scopus tahun 2021–2023. Sebatik, 27(1).
https://doi.org/10.46984/sebatik.v27i1.2245
Irfaniah, H. (2025). “Preserving Silat Sutera Baja as an Intangible Cultural Heritage through
Knowledge Transfer.” Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 27(1), 20–26.
Ediyono, S., Nugraha, R. S., & Ahmad, A. A. H. (2022). Indonesian Pencak Silat Tradition
Models as The Intangible Cultural Heritage of Humanity. International Journal of Science
and Applied Science: Conference Series.
Landa, R. (2011). Graphic Design Solutions. Boston: Wadsworth/Cengage Learning. B Binus
University.
Laksono, R., Hendra, A., & Samudro, E. G. (2025). Pencak silat: Seni pertahanan kultural dalam
menghadapi euforia artificial intelligence. KOMUNIKATA57, 6(1), 63–75.
https://doi.org/10.55122/kom57.v6i1.1708.
Muslihin, H. Y., Pranata, O. H., Nurlaela, W., & Cahyana. (2021). “Hambatan dan tantangan
proses pelestarian budaya lokal dalam konteks seni tradisi pencak silat di Tasikmalaya.”
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi), 17(2).
Nuralim, V. G., Gunawan, A. M. P., & Sekarasri, A. L. (2022). “Desain Ilustrasi Buku Metodologi
Penelitian Dasar untuk Mahasiswa Program S1 DKV.” Jurnal Desain Idea, 21(1).
Pratama, J., & Jacky. (2022). “Perancangan dan Pengembangan Buku Foto Dokumentasi Budaya
Non-Islam di Bumi Melayu Menggunakan Metode R&D.” Jurnal Desain, 9(3).
Purnengsih, I., Nuriyanti, W., & Saefullah, M. (2024). Perancangan buku informasi kesenian
Berokan Indramayu. Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual, 9(2), 505–518.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Reza Bayu Saputra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.






