Negosiasi Identitas Budaya Ponorogo dalam Tata Rias dan Busana Tari Mlotrok

Authors

  • Kaira Difa Apriyanti S1 Pendidikan. Seni Drama ,Tari, dan Musik, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya Author
  • Syaiful Qadar Basri Universitas Negeri Surabaya Author

DOI:

https://doi.org/10.30998/vh.v9i1.2714

Keywords:

Kompetisi Tari, Busana Tari, Tata Rias, Identitas Budaya, Tari Mlotrok

Abstract

Tari Mlotrok merupakan karya tari baru berbasis referensi budaya Ponorogo yang dikembangkan oleh mahasiswa UKM Reyog Laskar Sawunggaling Universitas Negeri Surabaya untuk ruang kompetisi nasional. Penelitian ini bertujuan menjelaskan bagaimana tata rias dan busana bekerja sebagai tanda visual serta bagaimana pemilihan, modifikasi, dan penciptaan elemen visual menegosiasikan identitas budaya Ponorogo di panggung kompetisi. Penelitian menggunakan pendekatan kualititatif interpretatif dengan desain studi kasus pertunjukan. Data bersumber dari rekaman pementasan dan latihan, dokumentasi visual, sinopsis karya, serta wawancara dengan koreografer, penata rias, penata busana, penari, dan pembina. Analisis menggunakan semiotika Roland Barthes untuk membedakan makna denotatif dan konotatif, kemudian memetakan keputusan visual ke dalam retensi, modifikasi fungsional, dan inovasi. Temuan menunjukkan tiga pola negosiasi: mempertahankan penanda lokal seperti udeng dan tali kolor; memodifikasi bentuk untuk kebutuhan tubuh bergerak seperti kemaja tanpa lengan dan celana longgar; serta menambahkan inovasi ekspresif seperti teknik lakteks dan pom-pom untuk memperkuat karakter komikal. Identitas budaya dalam Tari Mlotrok dengan demikian tidak direproduksi secara literal, tetapi direkonstruksi secara selektif melalui hubungan antara tradisi, tubuh penari, kreativitas generasi muda, dan konteks pertunjukan kompetitif.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

  • Kaira Difa Apriyanti, S1 Pendidikan. Seni Drama ,Tari, dan Musik, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya

    Fakultas Bahasa dan Seni

  • Syaiful Qadar Basri, Universitas Negeri Surabaya

    Fakultas Bahasa dan Seni,

References

Amirulloh, T. M., & Badaruddin, S. (2024). Aesthetics of Makeup and Costume Design in the Dance ’ Cisondari ’: Unveiling Local Cultural Identity. JDDES : Journal of Dance and Dance Education Studies, 4(2), 139-157. https://doi.org/10.17509/jddes.v4i2.75801

Ardiansyah, M. C., & Zulkifli. (2025). Analisis iklan televisi rokok a mild “bukan main” dengan pendekatan semiotika roland barthes. Visual Heritage : Jurnal Kreasi Seni Dan Budaya, 07(02), 237-255. https://doi.org/10.30998/vh.v7i2.8920

Aristawati, R. R., Hidajad, A., & Rahayu, E. W. (2025). Tari Palang Yudho sebagai Representasi Transformasi Budaya Kabupaten Madiun. Greget : Jurnal Kreativitas Dan Studi Tari, 24(2), 105-116. https://doi.org/10.33153/grt.v24i2.7897

Barthes, R. (1977). Image, Music, Text. Fontana Press.

Cahyani, I. N., Nudin, S., & Firdaus, M. J. B. (2025). The Symbolic Meaning in The Reog Ponorogo Performance. Journal of Southern Sociological Studies, 1(3), 224-244. https://doi.org/10.26740/jsss.v1i3.45438

Diantari, N. K. Y. (2025). The harmonization of tradition and sustainability: Costume design in Kalpataru contemporary dance at the Kitapoleng Foundation. Lekesan: Interdisciplinary Journal of Asia Pacific Arts, 8(2), 90-99. https://doi.org/10.31091/lksn.v8i2.3509

Fallah, S., Dewi, A. K., Cahyono, A., & Lestari, W. (2023). Tari Batik Jlamprang : Bentuk Penyajian dan Simbol Presentasional Identitas Budaya Kota Pekalongan. Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Riset Sosial Humaniora (KAGANGA), 6(Vol.6, No.2), 842-856. https://doi.org/10.31539/kaganga.v6i2.8051

Farmasari, F. H., Mukti, R. A., & Oktaviasari, E. (2024). Analisis Perkembangan Tata Rias Tari Reog Tulungagung. Journal Beauty and Cosmetology (JBC), 6(1), 31-38. https://doi.org/10.26740/jbc.v6n1.p31-38

Hall, S. (1997). Representation: Cultural representations and signifying practices. SAGE Publications.

Janah, D. A., & Suryandari, N. (2025). Negosiasi Identitas Perempuan dalam Ruang Budaya Maskulin : Studi Etnografi Paguyuban Reog Putri. Jurnal Audiens, 6(4), 631-645. https://doi.org/10.18196/jas.v6i4.722

KBJI. (2026). Mlotrok. Kamus Bahasa Jawa-Indonesia, Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Diakses 18 Agustus 2026, dari https://kbji.kemendikdasmen.go.id/kata/mlotrok

Krisnasari, B. (2023). Keberagaman Busana Tari Gambyong : Konstruksi Sosial pada Busana Tari Gambyong di Yogyakarta. INVENSI: Jurnal Penciptaan Dan Pengkajian Seni, 8(1), 1-11. https://doi.org/10.24821/invensi.v8i1.7100

Maharani, N. P. R., Mayuni, P. A., & Widiartini, N. K. (2025). Identifikasi Tata Rias Wajah, Busana, dan Aksesoris Tari Trunajaya di Kabupaten Buleleng Kota Singaraja. Jurnal Bosaparis: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, 16(November), 82-92. https://doi.org/10.23887/jppkk.v16i3.105025

Nursilah, Gietty, S. ., Setyani, T. ., & Yoesoef, M. (2025). Politik Ruang dan Komodifikasi Reog Ponorogo : Peralihan dari Kesenian Rakyat ke Festival. Lembaran Antropologi, 4(2), 128-141. https://doi.org/10.22146/la.26317

Olapeju, S. S. (2023). Semiotic Interpretation Of Theater Costume As A Visual Language In Joromi Dance Performance. AL-Lisan International Journal for Linguistic & Literary Studies, 7(15), 131-144.

Ouelya, D. H., Safyra, N., & Fitriani, L. (2026). Representasi kecantikan dalam iklan produk somethinc perspektif roland barthes. Visual Heritage : Jurnal Kreasi Seni Dan Budaya, 08(03), 657-670. https://doi.org/10.30998/vh.v8i3.1222

Pemerintah Kabupaten Ponorogo. (2013). Pedoman dasar kesenian Reog Ponorogo dalam pentas budaya bangsa (Edisi 2). Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Ponorogo.

Purwadita, F. A. C., & Hidajat, R. (2025). Peran Penari Patra dalam Penyajian Reog Ki Onggopati Desa Plunturan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo. Journal of Language, Literature, and Arts, 5(8), 910-920. https://doi.org/10.17977/um064v5i82025p910-920

Rahayu, S. F., Narawati, T., & Badaruddin, S. (2025). Tari Geboy Kembang Buruan di Sanggar Cantika Kabupaten Bandung. Gesture : Jurnal Seni Tari, 14(2), 272-290. https://doi.org/10.24114/gjst.v14i2.66655

Renza, E. V., & Gusanti, Y. (2024). Perkembangan Kemasan Pertunjukan Festival Nasional Reog Ponorogo di Kabupaten Ponorogo Tahun 2016-2022. Journal of Language, Literature, and Arts, 4(8), 808-821. https://doi.org/10.17977/um064v4i82024p808-821

Setyawan, A. B., Prihatini, N. S., W, S. R., & Soewardikoen, W. (2021). Regional Branding : Transfers Medium Dance into Visual Identity in Ponorogo Image Construction. Rupkatha Journal on Interdisciplinary Studies in Humanities, 13(1), 1-13. https://doi.org/10.21659/rupkatha.v13n1.07

Sriyadi, S., Hartanto, H., Syahrial, S., & Hapsari, I. (2025). Gender Symbolism in Sampur and Samparan of Surakarta-Style Javanese Dance Costume Design. Gondang: Jurnal Seni Dan Budaya, 9(1), 71-88. https://doi.org/10.24114/gondang.v9i1.64720

Sugiyono, P. D. (2023). Metode Penelitian Pendidikan. CV Alfabeta.

Taim, M. A., Amat, A., Anto, B., & Tamring, M. (2025). Integration of civilization elements in dance choreography: A study of traditional Malaysian dances. Imaji : Jurnal Seni Dan Pendidikan Seni, 23(1), 1-12. https://doi.org/10.21831/imaji.v23i1.84611

Umaldi, A. S. A., Sasanadjati, J. D., Hariyanto, M., Sugito, B., & Sadhana, S. (2026). From Tradition to Competition : The Negosiation Process of Cultural Identity in Traditional Dancesport Choreography at National Competitions. Geter : Journal of Drama, Dance and Music Is a Performing Arts Journal, 79-93. https://doi.org/10.26740/geter.v9n1.p79-93

Universitas Negeri Surabaya. (2026, April 27). Harumkan almamater! UKM Reog Unesa raih Juara 1 iForte National Dance Competition 2026. https://www.unesa.ac.id/harumkan-almamater-ukm-Reog-unesa-raih-juara-1-iforte-national-dance-competition-2026/

Yurisma, D. Y., Ebw, A., & Sachari, A. (2018). Kesenian Tradisi Reog Sebagai Pembentuk Citra Ponorogo. Jurnal Visualita, 7(1), 1-15. https://doi.org/10.33375/vslt.v7i1.1081

Downloads

Published

2026-09-30

How to Cite

Apriyanti, K. D., & Basri, S. Q. (2026). Negosiasi Identitas Budaya Ponorogo dalam Tata Rias dan Busana Tari Mlotrok. Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni Dan Budaya, 9(1), 46-57. https://doi.org/10.30998/vh.v9i1.2714