Kosmologi Dan Pengetahuan Ekologis Sunda Dalam Pengelolaan Situ Aksan Dan Situ Cisanti

Authors

  • Patra Suwanda Universitas Teknologi Digital Author

DOI:

https://doi.org/10.30998/k7xz1w39

Keywords:

Ekologi budaya, Kearifan lokal, Kosmologi Sunda, Pengetahuan ekologis

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengetahuan ekologis masyarakat Sunda yang terwujud dalam praktik kosmologis dan tradisi pengelolaan alam, dengan fokus pada dua artefak ruang air, yaitu Situ Aksan dan Situ Cisanti di wilayah Bandung. Pengetahuan ekologis masyarakat Sunda tidak hanya bersifat empiris, tetapi juga berakar pada sistem nilai, kepercayaan, dan kosmologi yang memandang alam sebagai entitas hidup dan sakral. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif interdisipliner yang mengintegrasikan kajian sejarah, etnografi, dan ekologi budaya. Data dikumpulkan melalui studi arsip, wawancara mendalam dengan tokoh adat, budayawan, dan masyarakat lokal, serta observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Situ Cisanti hingga kini masih dipertahankan sebagai ruang ekologis dan spiritual melalui sistem larangan adat, ritual, dan pemaknaan kosmologis terhadap air sebagai sumber kehidupan. Sebaliknya, Situ Aksan mengalami degradasi fungsi dan akhirnya menghilang akibat urbanisasi, modernisasi, dan melemahnya transmisi nilai kosmologis dalam masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa keberlanjutan ekologi tidak dapat dilepaskan dari keberlanjutan budaya dan sistem pengetahuan lokal. Dengan demikian, pengetahuan ekologis masyarakat Sunda memiliki kontribusi penting dalam merumuskan pendekatan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dan berkeadilan budaya.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

  • Patra Suwanda, Universitas Teknologi Digital

    Program Studi Desain Komunikasi Visual

References

Berkes, F. (2012). Sacred Ecology (3rd ed.). New York: Routledge.

Danandjaja, J. (2007). Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dan Lain-lain. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.

Ekadjati, Edi S. (2009). Kebudayaan Sunda: Suatu Pendekatan Sejarah. Jakarta: Dunia Pustaka Jaya.

Ellen, R. (2006). Local knowledge and management of sago palm (Metroxylon sagu Rottb.) diversity in Papua New Guinea. Journal of Ethnobiology, 26(2), 258–279.

Geertz, C. (1973). The Interpretation of Cultures. New York: Basic Books.

Iskandar, J. (2017). Etnobiologi dan Keragaman Budaya di Indonesia. Bandung: ITB Press.

Keraf, A. Sonny. (2010). Etika Lingkungan Hidup. Jakarta: Kompas.

Permana, R. Cecep Eka. (2010). Kearifan lokal masyarakat Sunda dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Humaniora, 22(1), 1–12.

Rahardjo, Supratikno. (2011). Arkeologi lanskap dan pengelolaan sumber daya air tradisional. Amerta, 29(1), 45–60.

Steward, J. H. (1955). Theory of Culture Change: The Methodology of Multilinear Evolution. Urbana: University of Illinois Press.

Sumardjo, Jakob. (2011). SUNDA : Pola Rasionalitas Budaya Sunda. Bandung : Kelir.

Toledo, V. M. (2002). Ethnoecology: A conceptual framework for the study of indigenous knowledge of nature. Indigenous Knowledge and Development Monitor, 10(1), 1–7.

Website :

Majalah Tempo edisi Sumber : https://www.tempo.co/hiburan/menyusuri-7-mata-air-hulu-sungai-citarum-di-situ-cisanti-54100

Downloads

Published

2026-05-30

How to Cite

Suwanda, P. (2026). Kosmologi Dan Pengetahuan Ekologis Sunda Dalam Pengelolaan Situ Aksan Dan Situ Cisanti. Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni Dan Budaya, 8(3), 621-634. https://doi.org/10.30998/k7xz1w39