Eksplorasi Kreativitas Visual Musik Terhadap Skena Hardcore Punk Titik Dua Kolektif Kota Batu

Authors

  • Muhamad Satria Universitas Negeri Malang Author
  • Tutut Pristiati Universitas Negeri Malang Author

DOI:

https://doi.org/10.30998/vh.v9i1.1407

Keywords:

audio mapping, Do It Yourself, hardcore punk, kreativitas visual

Abstract

Musik Hardcore Punk pada era modern menjadi aspek yang berpengaruh terhadap visual stage. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan eksplorasi kreativitas visual dalam bermusik pada skena hardcore punk Titik Dua Kolektif di Kota Batu. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada berkembangnya subkultur musik independen yang tidak hanya menampilkan praktik musikal, tetapi juga menghadirkan visual sebagai media ekspresi identitas, solidaritas, dan resistensi budaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas visual dalam skena hardcore punk berperan sebagai strategi kultural yang mencakup tiga aspek utama sebagai representasi identitas kolektif, media komunikasi nilai dan ideologi, serta strategi mempertahankan eksistensi komunitas melalui praktik Do It Yourself (DIY). Eksplorasi tersebut diwujudkan melalui praktik audio mapping dan desain grafis. Audio mapping menunjukkan adanya integrasi antara unsur bunyi dan visual yang responsif terhadap tempo, ritme, dan dinamika musik. Sementara itu, desain grafis yang meliputi flyer dan merchandise menjadi media ekspresi visual. Dengan demikian, kreativitas visual dalam bermusik pada skena ini tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetis, tetapi juga sebagai bagian dari produksi budaya yang memperkuat identitas subkultur hardcore punk sebagai bentuk visual heritage kontemporer berbasis komunitas.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

  • Muhamad Satria, Universitas Negeri Malang

    Fakultas Sastra

  • Tutut Pristiati, Universitas Negeri Malang

    Fakultas Sastra

References

Adhi Pambudi, A., et al. (2023). Hardcore punk sebagai ruang ekspresi identitas dan resistensi budaya.

Arifianto, D. (2021). Produksi visual dalam skena musik independen kontemporer.

Aulia, R., Bastari, R. P., & Resmadi, I. (2024). Visual asset punk surrealistic independent music label: Warkop Musik Bandung.

Bennett, A., & Guerra, P. (2023). DIY, alternative cultures and society. SAGE Publications.

Breve, B., Cirillo, S., Cuofano, M., & Desiato, D. (2022). Enhancing spatial perception through sound: Mapping human movements into MIDI. Multimedia Tools and Applications, 81, 73–94.

Edler, D., et al. (2019). Music in multimedia cartography. KN – Journal of Cartography and Geographic Information, 69, 5–17.

Ferdian, R., Hidayat, H. A., Sari, A. M., Putra, I. E. D., Fitria, R., Fauzi, F., & Lailiyah, M. (2025). Sound design in popular music: Gen Z perspective and perception. Tekno-Pedagogi: Jurnal Teknologi Pendidikan, 15(1), 181–192.

Guerra, P. (2019). Punk, DIY and cultural resistance.

Haenfler, R. (2006). Straight edge: Clean-living youth, hardcore punk, and social change. Rutgers University Press.

Hidayat, H., & Nugroho. (2022). Transformasi digital dalam produksi visual musik independen.

Ilmu Komunikasi Ubhara Jaya, & Akbar, M. R. (2024). The punk community’s reception of self-concept portrayals in the media. ACTA Diurna, 13(2).

Moore, R. (2010). Sells like teen spirit: Music, youth culture, and social crisis. NYU Press.

Mustakim, Z., Resmadi, I., & Lukito, W. (2025). Transformasi identitas sosial komunitas punk Sorak dalam kontribusinya terhadap gerakan lingkungan berkelanjutan. Epistemik: Indonesian Journal of Social and Political Science, 6(1), 19–26.

Miltojević, M. M., & Đurđanović, M. M. (2025). Punk music as a youth subculture: Pedagogical implications. Facta Universitatis: Visual Arts and Music, 11(2), 79–90.

Natarajaa, D. A., Setiawan, E., & Cahyoc, S. D. (2024). “Newness” reconsidered: Reflections on new music from Indonesia. Contemporary Music Review, 43(3–4), 256–273.

Nugroho, J. M. (2020). Representasi nilai-nilai DIY dalam praktik musik independen di Indonesia. Jurnal Seni dan Budaya, 12(1), 34–45.

Prasetyo, & Lestari. (2023). Identitas visual dalam musik ekstrem dan skena independen.

Pristiati, T., & Rochbeind, F. (2022). Music and motion in the performance art of Roso Rerasaning Jiwo. International Conference on Art, Design, Education and Cultural Studies (ICADECS).

Prinz, J. (2014). The aesthetics of punk rock. Philosophy Compass, 9(9), 583–593.

Rustam, A., & Kusuma, R. (2021). Peran visual dalam pertunjukan musik kontemporer: Kajian estetika pencahayaan dan multimedia. Jurnal Ilmu Seni, 9(2), 77–88.

Saraswati: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Seni Desain. (2021). Perancangan buku ilustrasi sejarah awal hardcore punk, 2(2), 101–112.

Sutanto, A. (2021). Integrasi audio-visual dalam pertunjukan musik independen.

Wijaya, A. (2024). Eksplorasi visual berbasis frekuensi suara dalam pertunjukan musik digital.

Zandra, R. A., & Hidayatullah, H. T. (2024). The existence of Indonesian local performing arts in the digital era: A quantitative content analysis of trending TikTok videos. Dewa Ruci: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni, 19(2), 112–127.

Downloads

Published

2026-09-30

How to Cite

Satria, M., & Pristiati, T. (2026). Eksplorasi Kreativitas Visual Musik Terhadap Skena Hardcore Punk Titik Dua Kolektif Kota Batu. Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni Dan Budaya, 9(1), 249-257. https://doi.org/10.30998/vh.v9i1.1407