Pitutur Luhur Tembang Macapat Pupuh Kinanthi dalam Gendhing-Gendhing Karya Ki Nartosabdho

Authors

  • Bimo Adi Saputro Universitas Negeri Semarang (UNNES) Author
  • Prastiti Kusuma Anggraeni Universitas Negeri Semarang Author
  • Didik Supriadi Universitas Negeri Semarang Author

DOI:

https://doi.org/10.30998/1tdx5e65

Keywords:

pitutur luhur; Macapat Kinanthi; Ki Nartosabdho

Abstract

Pitutur luhur adalah pesan moral yang dapat ditemukan pada karya sastra Jawa. Salah satunya, Tembang Macapat pada gendhing-gendhing Jawa. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan pitutur luhur yang terkandung pada Tembang Macapat Pupuh Kinanthi dalam gendhing-gendhing karya Ki Nartosabdho. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis konten. Sumber data dalam penelitian ini yaitu dokumen berupa teks Macapat Kinanthi dalam gendhing-gendhing Ki Nartosabdho.  Data pada penelitian ini adalah teks yang mengandung pitutur luhur Tembang Macapat Pupuh Kinanthi dalam gendhing-gendhing karya Ki Nartosabdho. Kesimpulan dari hasil penelitian ini, yakni: (1) ketuhanan dan religius, ditunjukkan dengan konsep menyatunya batin antara hamba kepada Tuhan dan kepada alam sekitar, (2) tekad seseorang, ditunjukan dalam menggapai sesuatu yang baik, seseorang harus berlandaskan hati yang baik dan keteguhan pada pendirian, (3) pengendalian diri, dijelaskan bahwa landasan hidup yang dapat dijadikan sebagai tameng nafsu angkara ada empat hal, yakni sabar, tenang, selalu waspada, dan ingat (tuhan), (4) moral manusia, bagaimana cara seseorang tidak mudah tergiur oleh sesuatu yang mewah dan harus selalu ingat atas akibat dari semua perbuatan, dan (5) hidup berkewarganegaraan berlandaskan Pancasila sila ketiga, yang harus diutamakan demi tercapainya kerukunan antar warga negara.

 

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

  • Bimo Adi Saputro, Universitas Negeri Semarang (UNNES)

    Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa, Fakultas Bahasa dan Seni

  • Prastiti Kusuma Anggraeni, Universitas Negeri Semarang

    Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa, Fakultas Bahasa dan Seni

  • Didik Supriadi, Universitas Negeri Semarang

    Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa, Fakultas Bahasa dan Seni

References

Alfiah, Sulanjari, B., & Setyawati, N. (2020). Implementasi HOTS dalam Pembelajaran Tembang Macapat di SMK Kota Semarang. JISABDA: Jurnal Ilmiah Sastra Dan Bahasa Daerah, Serta Pengajarannya, 2(1), 35-42. Retrieved from https://journal.upgris.ac.id/index.php/jisabda/article/view/7198/3580

Amara, V. R., & Kusuma, R. S. (2022). Semiotik Analysis of Mental Disorders in BTS Magic Shop Lyrics. Proceedings of the International Conference on Community Empowerment and Engagement (ICCEE 2021), 187-197. doi:https://doi.org/10.2991/assehr.k.220501.021

Archer, A., & Westberg, G. (2022). Establishing Authenticity and Commodifying Difference: a Sosial Semiotik Analysis of Sámi Jeans. Visual Communication, 21(2), 195-217. doi:https://doi.org/10.1177/1470357219896819

Brotosejati, W. (2008). Macapat Teori dan Praktik Nembang. Semarang: Universitas Negeri Semarang Press.

Darsono. (2016). Beberapa Pandangan Tentang Tembang Macapat. Keteg: Jurnal Pengetahuan, Pemikiran dan Kajian Tentang Bunyi, 16(1), 27-37. doi:https://doi.org/10.33153/keteg.v16i1.1765

Hartoko, & Dick. (1985). Memanusiakan Manusia Muda. Yogyakarta: Kanisius.

Isnaini, H., Priyatna, A., Rahayu, L. M., & Adji, M. (2019). KONSEP MANUNGGALING KAWULA GUSTI PADA PUISI-PUISI SAPARDI DJOKO DAMONO. Jurnal Ide Bahasa, 1(2), 115-127. doi:http://jurnal.idebahasa.or.id/index.php

Moleong, L. J. (2006). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya Offset.

Nugroho, Y. E., Widodo, & Hardyanto. (2019). Serat Wulang Putra Sebagai Sumber Pendidikan Karakter Generasi Modern (Serat Wulang Putra as a Source of Characters Education for Modern Generation). Alayasastra, 15(2), 141. doi:https://doi.org/10.36567/aly.v15i2.409

Nur, F. A. (2022). Representasi Pola Komunikasi Orang Tua Tunggal Pada Film yang Tak Tergantikan. Komuniti: Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi, 14(1), 27-43. doi:https://doi.org/10.23917/komuniti.v14i1.16113

Rahman, F., & Anto, P. (2015). Analisis Lirik Lagu dan Aplikasinya dalam Pembelajaran Gaya Bahasa serta Puisi di Sekolah Dasar. Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar, 1(1), 9-14. doi:https://doi.org/10.22236/jipd.v1i1.4481

Retnowati, D. (2020). Nilai Luhur Serat Wulangreh Pupuh Gambuh Membangun Karakter. Indonesian Journal of Educational Science (IJES), 03(01), 1-11. doi:https://doi.org/10.31605/ijes.v3i1.804

Suwondo, T., Riyadi, S., Priyoprabowo, D., & Sukardi. (1994). Nilai-nilai Budaya Susastra Jawa. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Downloads

Published

2026-01-30

How to Cite

Saputro, B. A., Anggraeni, P. K., & Supriadi, D. (2026). Pitutur Luhur Tembang Macapat Pupuh Kinanthi dalam Gendhing-Gendhing Karya Ki Nartosabdho. Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni Dan Budaya, 8(2), 238-246. https://doi.org/10.30998/1tdx5e65