Bentuk Simbolik Kekerasan Garuda Putih Dalam Novel Garuda Putih Karya Suparto Brata (Kajian Sosiologi Sastra Pierre Bourdieu)

Authors

  • Sucipto Hadi Purnomo Author
  • Aulia Rizki Rahmaulidayani Universitas Negeri Semarang Author
  • Teguh Supriyanto Author

DOI:

https://doi.org/10.30998/jveygp28

Keywords:

kekerasan simbolik; sosiologi sastra; novel

Abstract

Novel Garuda Putih karya Suparto Brata merefleksikan bentuk kekuasaan dan kekerasan simbolik yang tersembunyi dalam relasi sosial masyarakat Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bentuk-bentuk kekerasan simbolik yang terdapat dalam novel Garuda Putih karya Suparto Brata melalui perspektif sosiologi Pierre Bourdieu yang berfokus pada konsep habitus, modal, dan arena. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik close reading, pengumpulan data melalui kutipan teks, serta analisis terhadap dialog dan narasi menggunakan teori kekerasan simbolik Bourdieu. Data dianalisis dengan menelaah bagaimana praktik dominasi berlangsung secara halus melalui mekanisme sosial dan budaya yang diterima oleh masyarakat tanpa disadari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan simbolik dalam novel ini termanifestasi melalui habitus tokoh Garuda Putih sebagai penjahat berjiwa kesatria yang justru memperoleh legitimasi moral dari masyarakat, serta melalui modal budaya dan sosial yang dimilikinya untuk mendominasi wacana publik. Garuda Putih menggunakan simbol-simbol budaya seperti surat, narasi media, dan citra moral untuk membangun kekuasaan simbolik yang sulit ditentang, sementara masyarakat sebagai pihak terdominasi justru menormalisasi tindakan tersebut sebagai bentuk perjuangan keadilan. Dengan demikian, kekerasan simbolik tidak hanya hadir dalam bentuk penindasan langsung, tetapi juga melalui pengakuan dan legitimasi sosial terhadap figur yang dianggap heroik. Penelitian ini menegaskan pentingnya membaca karya sastra sebagai ruang reproduksi kekuasaan simbolik yang mencerminkan relasi sosial dan ideologi dalam masyarakat

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alyyah, A. K., & Khondziroh, K. L. (2024). Wanita Dalam Falsafah Jawa ( Analisis Kekerasan Simbolik Terhadap Wanita ). Jurnal Neo Societal, 6(2), 111–120.

Amaliah, A. N. (2021). Analisis Kekerasan Simbolik Dalam Novel A Thousand Splendid Suns Karya Khaled Hosseini (Perspektif Pierre Bourdieu) Symbolic Violence Analysis In Novel A Thousand Splendid Suns By Khaled Hosseini (Pierre Bourdieu’s Perspective).

Amaliah, Andi Nurul. 2021. “Analisis Kekerasan Simbolik dalam Novel "A Thousand Splendid Suns" Karya Khaled Hosseini.” Kibas Cenderawasih 83-99.

Amrulloh, Z. (2021). Kuasa Tuan Guru Atas Kepemimpinan Keagamaan: Modal Sosial sebagai Legitimasi Perubahan Sosial di Lombok. Mudabbir, 2(1), 17–36.

Angelianawati, Desca. 2020. "Kekerasan Simbolik terhadap Karakter Homoseksual dalam Novel Lelaki Terindah karangan Andrei Aksana." JENTERA: Jurnal Kajian Sastra 58-72.

Brata, Suparto. 2009. Garuda Putih. Yogyakarta: Narasi.

Dyah Ayu Widyawati Cahyono Putri, Teguh Supriyanto, Mukh. Doyin. 2024. “Symbolic Violence of Dropadi Figure in Novel Pertempuran Lain Dropadi by Triyanto Triwikromo.” Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 19 – 26.

Emsile, M. 2024. "On Bourdieu's Sociological Method Symbolic Violence and Good Practice In Sociology of Youth Research." In Research Handbook on The Sociology of Youth 386-400.

Habibi, N., & Sholikha, M. (2025). Kontekstualisasi Teori Bourdieu dalam Pembentukan Karakter Santri di Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati. DIMAR: Jurnal Pendidikan Islam, 6(2). https://doi.org/10.58577/dimar.v6i2.397

Haerussaleh, & Huda, N. (2021). Modal Sosial, Kultural, Dan Simbolik Sebagai Representasi Pelanggengan Kekuasaan Dalam Novel The President Karya Mohammad Sobary (Kajian Pierre Bourdiue). Metalingua, 6(1), 19–28.

Hutomo, Suripan Sadi. 1975. "Telaah Kesusastraan Jawa Modern." Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Indra Setia Bakti, Nurjanius Situmorang. 2024. "Konsumsi, Arena Perjuangan Kelas, Dan Dominasi Budaya : Tinjauan Atas Pemikiran Pierre Bourdieu." Journal of Political Sphere 113-125.

Intan, T. (2021). Kekerasan Simbolik Dan Perlawanan Perempuan Dalam Novel My Lecturer My Husband Karya Gitlicious.

Jatmiko, D. (2016). Strategi Literer Suparto Brata dalam Kontestasi Simbolik Arena Sastra Indonesia (Suparto Brata’s Literary Strategy in Symbolic Contestation in Indonesian Literary Arena) (Vol. 16, Issue 1).

Khadija R. Ahmad, Ellyana Hinta, Jafar Lantowa. 2021. "Strukturasi Kekuasaan dan Kekerasan Simbolik Dalam Novel, "Tempurung" Karya Oka Rusmini (Perspektif Pierre Bourdieu) ." Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya 43-63.

Laksana, Brahmantika Wahyu. 2012. “Pelanggengan Kekuasaan dalam Novel Kubah di Atas Pasir Karya Zhaenal Fanani (Kajian Kekerasan Simbolik Pierre Bourdieu).” Bapala 01: 1-13.

Maulana, H., Fatriansyah, M. A., & Sari, N. A. (2025). Analisis Wacana Kritis Model Bourdieu Cerita Wakil Walkot Surabaya VS Jan Hwa Diana pada Berita Tempo 14 April 2025. Jupensal, 2(2), 46–56.

Mulyadi, B. M., Ibrahim, & Hidayat, N. (2025). Modal Sosial dalam Kemenangan Melati Erzaldi Pada Pemilihan Legislatif DPR-RI 2024. JPIM: : Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisipliner, 02(02), 1230–1248.

Mustikasari, M., Arlin, A., Kamaruddin, S. A. 2023. “Pemikiran Pierre Bourdieu dalam Memahami Realitas Sosial.” Kaganga: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora 9-14.

Putri, Dyah, Supriyanto, T., Doyin, M., & Bahasa dan Seni, F. (2024). Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Symbolic Violence of Dropadi Figure in Novel Pertempuran Lain Dropadi by Triyanto Triwikromo. https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/seloka

Rahayu, M. 2021. "Symbolic Violence Represented in Royyan Julian's Bulan Merah Rabu Wekasan ." In Fifth Internatioanal Conference on Language, Literature, culture, and Education (ICOLLITE 2021) 466-477.

Rius-Ulldemolins, J. 2021. "Monopolization, classification and symbolic violence: Pierre Bourdieu's contribution to the analysis of state nationalism." Journal of Social Theory 210-225.

Sitorus, R. Y., Any, R., Tarigan, B., Nahampun, D. Y., & Hutasoit, F. Y. N. (2025). Praktik Kekuasaan : Studi Analisis Wacana Terhadap Pidato Megawati Soekarno Putri. Carong Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora, 1(4), 765–775.

Stahl, G., Mu. G. M. 2024. "Pierre Bourdieu: Revisiting Reproduction, Cultural capital, and symbolic violence in education." In The Palgrave handbook of educational thinkers 1199-1214.

Supriyanto, T. 2021. Metodologi Penelitian Sastra. Semarang: Cipta Prima Nusantara.

Syafrony, A. I. (2015). The Conceptualization Of Garuda Myths In Indonesia And Thailand: A Mythological Study. https://www.researchgate.net/publication/303859523

Wibowo, G., Sunuantari, M., Annisarizki, Soraya, I., & Gunawan, I. (2025). Citra Crazy Rich Indonesia Di Instagram Melalui Prespektif Structuralism Pierre Bourdieu. Jurnal Cyber PR, 5(1), 14–33.

Wuriyani, E.P. 2020. "Mengenalkan Pemikiran Pierre Bourdieu untuk Sastra." Jurnal Edukasi Kultura: Jurnal Bahasa, Sastra Dan Budaya 1-10.

Downloads

Published

2026-01-30

How to Cite

Sucipto Hadi Purnomo, Aulia Rizki Rahmaulidayani, & Teguh Supriyanto. (2026). Bentuk Simbolik Kekerasan Garuda Putih Dalam Novel Garuda Putih Karya Suparto Brata (Kajian Sosiologi Sastra Pierre Bourdieu). Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni Dan Budaya, 8(2), 407-419. https://doi.org/10.30998/jveygp28