Refleksi Masa Depan Hijau: Ide Seni Dalam Konservasi Lingkungan Di Indonesia

Authors

  • Akbar Bagaskara Chulalongkorn University Author
  • Umilia Rokhani Institut Seni Indonesia Yogyakarta Author
  • Tri Wahyu Widodo Author
  • Galih Pangestu Jati Institut Seni Indonesia Yogyakarta Author
  • Reksada Belly Pradana Universitas Negeri Semarang Author

DOI:

https://doi.org/10.30998/09476e49

Keywords:

Refleksi, Seni, Konservasi Lingkungan

Abstract

Artikel ini membahas peran seni dalam pelestarian lingkungan di Indonesia, dengan penekanan pada berbagai bentuk seni yang mengangkat isu lingkungan. Dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, artikel ini menganalisis kontribusi seni rupa dari limbah, seni fotografi pro-lingkungan, dan seni pertunjukan yang mengkritik isu ekologi. Sumber data untuk artikel ini berasal dari artikel ilmiah, berita media, dan buku-buku terkait, yang divalidasi menggunakan teknik triangulasi. Artikel ini juga menyoroti kolaborasi antara seniman dan ilmuwan lingkungan sebagai cara untuk mengembangkan solusi inovatif terhadap krisis lingkungan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa seni tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi yang efektif untuk meningkatkan kesadaran lingkungan, tetapi juga memiliki potensi besar dalam mendorong tindakan nyata di masyarakat. Di tengah tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan dukungan, seni menawarkan peluang yang menjanjikan untuk memperkuat upaya konservasi lingkungan di masa depan.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

  • Akbar Bagaskara, Chulalongkorn University

    Faculty of Arts

  • Umilia Rokhani, Institut Seni Indonesia Yogyakarta

    Fakultas Seni Pertunjukan 

  • Galih Pangestu Jati, Institut Seni Indonesia Yogyakarta

    Fakultas Seni Pertunjukan,

  • Reksada Belly Pradana, Universitas Negeri Semarang

    Fakultas bahasa dan Seni

References

Aldo, D., Gustalika, M. A., Wahyudi, L., & Yasi, F. (2024). Eksplorasi Visual di Limbah Pustaka : Kombinasi Seni Poster dan Kesadaran Lingkungan dalam Wisata Edukasi. 4(3). https://doi.org/10.59818/jpm.v4i3.712

Andreansyah, & Sihite, O. (2024). Potret Manusia Dan Sampah Di Medan Dalam Karya Fotografi Konseptual. Cendikia: Jurnal Pendidikan Dan Pengajaran, 2(3), 12–36.

Andrew N. Weintraub. (2021). Indonesia, meet the Beatles! Sound, style, and meaning in Indonesian popular music. In Handbook of Asian Music: Cultural Intersections (pp. 15–46). Routledge.

Asep Saepudin. (2010). Media Musik Latar Dan Dampaknya Dalam Meningkatkan Emosi Positif Siswa Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Sma Negeri 1 Ciledug Cirebon. UIN Wali Songo.

Benham, K. (2016). Wheatfield – A Confrontation: the work of Agnes Denes. Landscape Research Record, n ° 5(5), 52–56.

De Leon, P. L. (2021). Agents of Place: Negotiations between Artist and Government in Philippine Public Art. Southeast of Now, 5(1–2), 405–437. https://doi.org/10.1353/sen.2021.0017

Drisko, James W., and T. M. (2016). Content Analysis. Oxford University press.

Hamdan, Rifani, D. N., Jalaluddin, A. M., & Rudiansyah. (2018). Pengelolaan Sampah Secara Bersama: Peran Pemerintah dan Kesadaran Masyarakat. Paradigma, 7(1), 45–54.

Lawranta, G., & Pramayoza, D. (2021). Pendekatan Subjektif Dan Objektif Sebagai Metode Penciptaan Film Eksperimental Saya Dan Sampah (Polusi Visual). Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Karya Seni, 23(2), 527. https://doi.org/10.26887/ekspresi.v23i2.1700

Momoko Allard. (n.d.). Planning , Culture and Space. Environmental Studies, 16.

Rachel Carson. (1962). Silent spring. Penguin Books.

Rarasati, I., & Safitri, D. (2024). The Role of Arts and Culture in Increasing Social Awareness: Peran Seni dan Kebudayaan dalam Meningkatkan Kesadaran Sosial. Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara, 1(2), 702–704.

Roy, T. (2013). Non-Renewable Resources: The Poetics and Politics of Vivan Sundaram’s Trash. Theory, Culture & Society, 30(8), 265–276. https://doi.org/10.1177/0263276413503690

Rubio, F. D. (2012). The Material Production of the Spiral Jetty: A Study of Culture in the Making. Cultural Sociology, 6(2), 143–161. https://doi.org/10.1177/1749975512440226

Spezio, T. S. (2018). The Santa Barbara oil spill and its effect on United States environmental policy. Sustainability (Switzerland), 10(8), 1–14. https://doi.org/10.3390/su10082750

Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kualitatif: Untuk Penelitian yang Bersifat: Eksploratif, Enterpretif, Interaktif dan Kontruktif. ALFABETA.

Sunarto, B. (2023). Paradigma Pendidikan Seni dan Desain di Pendidikan Tinggi. Seminar Nasional Desain Dan Media, 1–16.

Thurmond, V. A. (2001). The point of triangulation. Journal of Nursing Scholarship, 33(3), 253–258. https://doi.org/10.1111/j.1547-5069.2001.00253.x

Umam, K. (2021). Sampah dan Ekologi Perkotaan: Telaah Ekokultural pada Naskah Lakon “Bagian-bagian Hormat (dan) Sampah” Karya Afrizal Malna. Nusa, 16(3), 209–219.

Utami, S., Baruna Ariesta, I. B., & Permata Dewi, N. A. (2022). Eco-Print Hapa Zome on Textiles As Antithesis Environmentally Unfriendly Textile Dyestuff. Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Karya Seni, 24(1), 67. https://doi.org/10.26887/ekspresi.v24i1.1639

Yunisrul, Y. (2017). Meningkatkan Keterampilan Teknik Kolase Dengan Bahan Limbah Di Sekolah Dasar Negeri 15 Lakuang Kota Bukittinggi. Jurnal Inovasi Pendidikan Dan Pembelajaran Sekolah Dasar, 1(1), 44–56. https://doi.org/10.24036/jippsd.v1i1.7933

Downloads

Published

2026-05-30

How to Cite

Bagaskara, A., Rokhani, U., Widodo, T. W., Jati, G. P., & Pradana, R. B. (2026). Refleksi Masa Depan Hijau: Ide Seni Dalam Konservasi Lingkungan Di Indonesia. Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni Dan Budaya, 8(3), 682-693. https://doi.org/10.30998/09476e49