Efektivitas Karbon Sekam Padi, Kulit Singkong, dan Kombinasinya sebagai Media Filtrasi Air

Penulis

  • mariyen Universitas Indraprasta Penulis
  • Kitri Sayenti Penulis
  • Ucu Restuwati Penulis

DOI:

https://doi.org/10.30998/qn7d1944

Kata Kunci:

Karbon aktif, Sekam padi, Kulit singkong, Filtrasi air, Lignoselulose, Media filtrasi, Kualitas air

Abstrak

Dalam pemasangan perangkat penyarimngan air terdapat salah satu jenis bahan yang sering dipakai sebagai media penyaringan, yaitu karbon. umumnya, karbon aktif dihasilkan dari bahan organik yang memiliki kandungan karbon tinggi, seperti cangkang kelapa, kayu, atau batubara. Indonesia dikenal sebagai negara agraris dengan limbah pertanian dan perkebunan yang melimpah seperti sekam padi dan kulit singkong. Kedua bahan ini memiliki kandungan lignoselulosa yang tinggi, sehingga berpotensi sebagai bahan baku karbon aktif. Penelitian ini dilaksanaka untuk mengevaluasi kemampuan karbon dari limbah sekam padi, kulit singkong, dan kombinasi keduanya dalam meningkatkan efektivitas alat penyaring aor saat menghilangkan zat-zat pencemar. Proses pembuatan karbon aktif dari limbah sekam padi dan kulit singkong meliputi beberapa tahapan, yaitu pretreatment, karbonisasi, serta aktivitas melalui metode fisika dan kimia. Kualitas air yang diperoleh diuji dengan menggunakan metode fisika berdasarkan beberapa standar kualitas air fisika yang tercantum dalam PP Republik Indonesia No 22 Tahun 2021. Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat filtrasi yang menggunakan campuran kedua karbon aktif (sekam padi dan kulit singkong) memiliki efektivitas yang lebih baik dibandingkan dengan alat filtrasi karbon aktif tunggal. Hal tersebut ditunjukkan bahwa karbon aktif kombinasi keduanya memberikan hasil paling konsisten dan seimbang untuk hampir semua parameter dan sampel air yang diuji.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Achmad, R., Hendrawan, D., & Tim Peneliti. (2018). Pembuatan karbon aktif dari sekam

padi. Jurnal Teknologi Lingkungan ITB, 19(2), 123–130.

Ahmad, M. A., Ishak, N. K., & Bello, O. S. (2019). Rice husk and cassava peel activated

carbon. ScienceDirect.

Ahmed, M. J. (2020). Activated carbon from agricultural waste. ResearchGate.

Amuda, O. S., Ibrahim, A. O., dkk. (2020). Cassava peel as activated carbon.

International Journal of Environmental Science and Technology, 17(3), 567–

578.

Badan Standardisasi Nasional. (1995). SNI 06-3730-1995 tentang Arang Aktif Teknis.

Bansal, R. C., & Goyal, M. (2005). Activated carbon adsorption. CRC Press.

Bansal, R. C., & Goyal, M. (2018). Activated carbon: Fundamentals and applications.

CRC Press.

Kementerian Kesehatan RI. (2023). Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 2 Tahun 2023

tentang Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan dan Persyaratan Kesehatan

Air Minum.

Marsh, H., & Rodríguez-Reinoso, F. (2006). Activated carbon. Elsevier.

Perdani, F. P., Riyanto, C. A., & Martono, Y. (2020). Aktivasi karbon dari kulit singkong

dengan $text{H}_3text{PO}_4$. Jurnal Kimia UGM, 24(1), 1–10.

Rosas, L. S., Alcañiz-Monge, J., dkk. (2019). Activated carbon from rice husk. Journal of

Water Process Engineering, 30, 100–108.

Suharto, I. (2018). Pengolahan air minum. ITB Press.

Sutrisno, T. (2019). Teknologi pengolahan air. UGM Press.

World Health Organization. (2017). Guidelines for drinking-water quality (Edisi ke-4

dengan tambahan pertama). Penulis.

Diterbitkan

2026-01-01

Cara Mengutip

mariyen, Kitri Sayenti, & Ucu Restuwati. (2026). Efektivitas Karbon Sekam Padi, Kulit Singkong, dan Kombinasinya sebagai Media Filtrasi Air. Sainsmath: Jurnal MIPA Sains Terapan, 5(1), 29-35. https://doi.org/10.30998/qn7d1944