Mengintegrasikan Service-Learning Untuk Mengembangkan Keterampilan Manajemen Ekowisata dan Ketrampilan Umum Pada Mahasiswa
DOI:
https://doi.org/10.30998/c7318925Keywords:
Pengabdian kepada masyarakat, Ekowisata, Danau Rawa Pening, Capaian pembelajaran, Indikator keberlanjutanAbstract
Service-learning (SL) merupakan pendekatan inovatif dalam pengajaran yang bertujuan untuk membantu organisasi masyarakat, pemerintah daerah, atau sektor bisnis. Kegiatan ini dilaksanakan di Kawasan ekowisata Rawa Pening dengan tujuan mengembangkan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam pengelolaan ekowisata, pelestarian lingkungan, serta keterampilan umum lainnya. Metode pelaksanaan mencakup observasi lapangan, penyusunan dan penggunaan kuesioner skala Likert berdasarkan indikator keberlanjutan dari World Tourism Organization, simulasi lima skenario pengelolaan ekowisata, edukasi lingkungan kepada siswa sekolah dasar, serta refleksi individu mahasiswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kondisi keberlanjutan ekowisata Rawa Pening berada pada kategori berdampak rendah hingga sedang, dengan indikator biaya bagi pengguna menunjukkan dampak tertinggi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa SL memberikan dampak positif terhadap hasil belajar mahasiswa, terutama dalam penerapan teori yang telah diajarkan selama perkuliahan. Refleksi mahasiswa juga mengindikasikan bahwa SL berkontribusi signifikan terhadap pengembangan keterampilan umum. Dengan demikian, SL berpotensi menjadi sarana yang efektif untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa di berbagai bidang. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman teoritis mahasiswa tentang keberlanjutan tetapi juga memberikan pengalaman praktis yang bermanfaat.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rully Adi Nugroho, Nurani Inggit Kirana, Brigitta Erlien Mutiara Yuliastuti (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






