Politik Luar Negeri Indonesia Bebas Aktif pada Masa Soekarno Tahun 1945–1965
Indonesia’s Independent and Active Foreign Policy during the Soekarno Era (1945–1965)
DOI:
https://doi.org/10.30998/edffy492Keywords:
Kata kunci: Bebas-Aktif, Diplomasi, Geopolitik, Soekarno, Politik Luar NegeriAbstract
Penelitian ini mempertimbangkan prinsip Bebas-Aktif dalam politik luar negeri Indonesia selama pemerintahan Soekarno (1945–1965). Ide ini muncul sebagai tanggapan terhadap keadaan global setelah Perang Dunia II dan polarisasi Perang Dingin. Prinsip ini berasal dari Pancasila dan Pembukaan UUD 1945, yang menekankan keadilan sosial dan perdamaian abadi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari latar belakang pembentukan dan pelaksanaan politik luar negeri Bebas-Aktif. Selain itu, penelitian ini juga akan menyelidiki kesulitan dan dampak pemikiran geopolitik Soekarno terhadap kebijakan luar negeri Indonesia. Metode kualitatif historis digunakan dalam penelitian ini. Ini melibatkan analisis sumber tertulis seperti dokumen resmi, pidato, dan literatur ilmiah. Studi menunjukkan bahwa prinsip bebas-aktif dipromosikan oleh Konferensi Asia-Afrika (1955) dan Gerakan Non-Blok (1961), memperkuat posisi Indonesia sebagai pelopor negara-negara berkembang. Namun, masalah domestik dan internasional disebabkan oleh kebijakan konfrontatif terhadap Malaysia dari 1963 hingga 1966 dan orientasi geopolitik yang condong ke Timur. Meskipun demikian, diplomasi Soekarno terus memengaruhi politik luar negeri Indonesia saat ini.
Downloads
References
Abidin, Y. (2019). Pengantar Politik Luar Negeri Indonesia.
Akbar, T. H., Subagyo, A., & Oktaviani, J. (2020). Realisme Dalam Kepentingan Nasional Indonesia Melalui Forum Konferensi Asia Afrika (KAA) dan Gerakan Non-Blok (GNB). Jurnal Dinamika Global, 5(1): 123-139.
Darmawan. (2005). Sukarno Bapak Bangsa Indonesia. Bandung: CV Hikayat Dunia.
Deplu. (1996). Sejarah Diplomasi Republik Indonesia dari Masa ke Masa: buku III Periode 1960-1965. Jakarta: Departemen Luar Negeri. Haryanto, A. (2014). Prinsip Bebas Aktif dalam Kebijakan Luar Negeri Indoensia: Perspektif Teori Peran. Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi, 4(2): 17-27.
Dwi Kurniawan, F., Prawira, R., Fatahillah Eleizar, A., & Mutiara Ridwan, V. (2023). Pengaruh Prinsip Bebas-Aktif Dalam Politik Luar Negeri Indonesia: Studi Kasus BRICS. Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(2), 356–362. https://doi.org/10.62017/merdeka
Efantino F, Arifin Sn. (2009). Ganyang Malaysia. Yogyakarta: Bio Pustaka.
Garcia, A. R., Filipe, S. B., Fernandes, C., Estevão, C., & Ramos, G. (n.d.). No 主観的健康感を中心とした在宅高齢者における 健康関連指標に関する共分散構造分析Title.
Haryanto, A., & Pasha, I. (2016). Diplomasi Indonesia realitas dan prospek.
Hasto Kristiyanto. (2023). Geopolitik Bung Karno Progressive Geopolitical Coexistence (Vol. 1).
Indrawati, & Nugroho, A. Y. (2018). Penerapan Prinsip Politik luar negeri Indonesia Melalui Diplomasi Maritim. Verity Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional (International Relations Journal), 10(20): 14-26.
Katon, Baiq Giri Sekar. 2019. Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. (2014). Gerakan Non-Blok (GNB). Retrieved Juli 15, 2021, from https://kemlu.go.id/portal/id/read/142/hala man_list_lainnya/gerakan-non-blok-gnb.
Kusumaatmadja, M. (1983). Politik luar negeri Indonesia dan Pelaksanaannya Dewasa Ini. Bandung: Alumni.
Legge, J. D. (1972). Sukarno Sebuah Biografi Politik. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
Maksum, Ali. (2017). Menyingkap Tabir Hubungan Indonesia Malaysia: Menguak Fakta Dibalik Berbagai Sengketa Dua Negara. Yogyakarta: The Phinisi Press.
Muttaqien, M., & Dharmaputra, R. (2013). Dinamika Politik luar negeri Indonesia: Sebuah Analisis Kontemporer. Surabaya: Cakra Studio Global Strategis.
Natasya, N. (2003). Gerakan Non-Blok dalam Masa Kepemimpinan Indonesia 1992-1995. Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.
Nur, C., & Ravico, R. (2021). GANYANG MALAYSIA Studi Historis Politik Luar Negeri Indonesia-Malaysia Tahun 1963-1966. Danadyaksa Historica, 1(1), 25. https://doi.org/10.32502/jdh.v1i1.3594
Sadewa, D. P., & Hakiki, F. (2023). Dinamika kebijakan politik luar negeri bebas aktif Indonesia melalui gerakan Non-Blok. Jurnal Lemhannas RI, 11(1), 13–28. https://jurnal.lemhannas.go.id/index.php/jkl/article/view/422/293
Sejarah Diplomasi Republik Indonesia Dari Masa Ke Masa. 1966. Departemen Luar Negeri.
Setyowati, A. (2023). Perkembangan Karakter Kebijakan Politik Luar Negeri Indonesia Dari Masa Ke Masa. Jurnal Multidisiplin Dehasen (MUDE), 2(4), 779–784. https://doi.org/10.37676/mude.v2i4.4812
Siswanto, Ganewati Wuryandari, Mario Surya Ramadhan, Nanto Sriyanto, & R.A. Rizka Fiani Prabaningtyas. (2024). Politik Luar Negeri Indonesia terhadap Tiongkok. In Politik Luar Negeri Indonesia terhadap Tiongkok. https://doi.org/10.55981/brin.758
Sunarti, Linda. (2014). Politik Luar Negeri Malaysia terhadap Indonesia, 1957-1976: Dari Konfrontasi Menuju Kerjasama. Jurnal Kajian Sejarah & Pendidikan Sejarah, 2(1).
Rahman, Nansy. 2020. Peran Aktif Indonesia Pada Masa Perang Dingin Sejarah Kelas XII. Modul Pembelajaran SMA. Kemendikbud.
Ricklefs, M.C. (2007). Sejarah Indonesia Modern. Yogyakarta: GAJAH MADA UNIVERSITY PRESS.
Trianjani, Suci Dara Aulia Yuman2, Arta Nanda Kamila3, Yasinta Diva Negara4, Syakira Nazla Rifat Junaedi5, Farah Fasya6, K. D. C., & Muhammad Fairuz8, Muhammad Rasyid Fasya Rizkiyansyah, A. R. P. (2016). Evaluasi Keberhasilan Kebijakan Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Dalam Memperkuat Peran Negara Dalam Hubungan Internasional Suci. 11, 1–23.
Wijayanti, Anita. 2022. PENGARUH KEPENTINGAN NASIONAL DALAM PELAKSANAAN POLITIK LUAR NEGERI BEBAS AKTIF. KYBERNOLOGY: Journal of Government Studies.
Wuryanto, D. D. (2017). Indonesia Sebagai Tuan Rumah KTT Gerakan Non-Blok X Tahun 1992. AVATARA, e-Journal Pendidikan Sejarah, 5(2): 289-287.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Farah Zahidah Setiawan (Author); Eko Ribawati (Translator)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






