Fenomenologi dalam Novel Janji Karya Tere Liye dan Relevansinya sebagai Modul Ajar Sastra di SMA
DOI:
https://doi.org/10.30998/294p0x05Keywords:
fenomenologi sastra; novel Janji; Edmund HusserlAbstract
Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk pengalaman fenomenologis tokoh dalam novel Janji karya Tere Liye berdasarkan teori fenomenologi Edmund Husserl serta menilai relevansinya sebagai bahan pengembangan modul ajar sastra di SMA. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Data penelitian berupa 14 kutipan teks utama dari novel yang merepresentasikan pengalaman kesadaran tokoh dan dianalisis melalui tahapan intensionalitas, epoché, reduksi eidetik, reduksi transendental, dan lebenswelt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman fenomenologis tokoh dalam novel Janji terbagi ke dalam lima struktur kesadaran, yaitu (1) gagasan bahwa setiap kesadaran selalu diarahkan pada sesuatu (intensional), (2) penangguhan atau menempatkan sementara segala bentuk penilaian, keyakinan, serta prasangka terhadap suatu fenomena. (epoché), (3) kesadaran moral yang menampilkan esensi rasa bersalah melalui reduksi eidetik, (4) pemaknaan tindakan tokoh sebagai hasil refleksi kesadaran melalui reduksi transendental, dan (5) keterikatan tindakan tokoh dengan dunia kehidupan sosial (lebenswelt). Temuan ini menunjukkan bahwa pengalaman kesadaran tokoh dalam novel Janji memiliki potensi pedagogis untuk mengembangkan pembelajaran sastra yang reflektif. Oleh karena itu, novel ini relevan digunakan sebagai dasar pengembangan modul ajar sastra di SMA yang berorientasi pada pemahaman pengalaman manusia dalam karya sastra.
Kata Kunci: fenomenologi sastra; novel Janji; Edmund Husserl
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jannata Annisa, Joko Purwanto, Nurul Setyorini (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.







