Representasi Kultural Patriarki dalam Film Air Mata di Ujung Sajadah Karya Rony Irawan: Analisis Teks Budaya dan Relevansinya sebagai Bahan Ajar Sastra di SMA

Authors

  • Ridho Bayu Saputro Universitas Muhammadiyah Purworejo Author
  • Umi Faizah Universitas Muhammadiyah Purworejo image/svg+xml Author
  • Joko Purwanto Universitas Muhammadiyah Purworejo image/svg+xml Author

DOI:

https://doi.org/10.30998/ksk49w65

Keywords:

Film, Representasi kultural, Patriarki

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi kultural patriarki dalam film Air Mata di Ujung Sajadah karya Rony Irawan serta menelaah relevansinya sebagai bahan ajar sastra di tingkat SMA. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis dengan perspektif budaya, yang memosisikan film sebagai teks multimodal yang merepresentasikan konstruksi sosial dan ideologi gender. Data penelitian berupa dialog, adegan, dan unsur visual yang merepresentasikan relasi kuasa patriarkal, dikumpulkan melalui teknik menonton dan pencatatan data. Analisis data dilakukan dengan mengacu pada teori patriarki Sylvia Walby, yang difokuskan pada empat struktur patriarki, yaitu produksi rumah tangga, budaya, pekerjaan berbayar, dan reproduksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa patriarki dalam film ini bekerja secara sistemik dan terlembaga melalui legitimasi moral keluarga, norma budaya, otoritas institusional, serta kontrol atas reproduksi, yang secara konsisten menghapus agensi keibuan tokoh Aqilla. Patriarki direpresentasikan tidak melalui kekerasan fisik yang eksplisit, melainkan melalui kekerasan simbolik, manipulasi informasi, stigma sosial, dan bahasa yang dinormalisasi dalam relasi keluarga dan institusi sosial. Temuan penelitian ini memiliki relevansi pedagogis karena film Air Mata di Ujung Sajadah sejalan dengan Capaian Pembelajaran Bahasa Indonesia Fase E (kelas X SMA) dalam Kurikulum Merdeka, khususnya pada elemen menyimak dan memirsa serta membaca dan memirsa, yaitu kemampuan peserta didik untuk menganalisis makna, nilai, pesan, dan isu sosial dalam teks sastra maupun teks multimodal secara kritis serta merefleksikannya dalam konteks kehidupan sosial dan budaya. Dengan demikian, film ini berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan ajar sastra yang kontekstual dan reflektif di SMA untuk mengembangkan kemampuan analisis kritis serta kepekaan sosial peserta didik.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bezemer, Jeff, and Gunther Kress. Multimodality, Learning and Communication: A Social Semiotic Frame. London: Routledge, 2016. Print.

Bordwell, David, and Kristin Thompson. Film Art: An Introduction. 12th ed. New York: McGraw-Hill Education, 2019. Print.

Bourdieu, Pierre. Masculine Domination. Trans. Richard Nice. Stanford: Stanford University Press, 2001. Print.

Cope, Bill, and Mary Kalantzis, eds. A Pedagogy of Multiliteracies: Learning by Design. London: Palgrave Macmillan, 2021. Print.

Duncum, Paul. “Visual Culture, Gender, and Critical Pedagogy.” Studies in Art Education 58.1 (2017): 9–22. Print.

Hall, Stuart, ed. Representation: Cultural Representations and Signifying Practices. London: Sage Publications, 1997. Print.

Hooks, bell. Feminism Is for Everybody: Passionate Politics. New York: Routledge, 2015. Print.

Irawan, Rony. Air Mata di Ujung Sajadah. Beehave Pictures, 2023.

Jewitt, Carey, ed. The Routledge Handbook of Multimodal Analysis. 2nd ed. London: Routledge, 2016. Print.

Kellner, Douglas, and Jeff Share. “Critical Media Literacy, Democracy, and the Reconstruction of Education.” Media Literacy: A Reader. Ed. Donaldo Macedo and Shirley R. Steinberg. New York: Peter Lang, 2019. 3–23. Print.

Kemendikbudristek. Capaian Pembelajaran Bahasa Indonesia Fase E dan F Kurikulum Merdeka. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2022. Web. 12 Jan. 2026.

Kress, Gunther. Multimodality: A Social Semiotic Approach to Contemporary Communication. London: Routledge, 2010. Print.

Lazar, Michelle M. “Feminist Critical Discourse Analysis: Gender, Power and Ideology in Discourse.” Discourse & Society 28.2 (2017): 141–164. Print.

Luke, Allan. “Critical Literacy in the Digital Age.” Language Arts 96.4 (2019): 235–245. Print.

Rowsell, Jennifer, and Kate Pahl, eds. The Routledge Handbook of Literacy Studies. London: Routledge, 2020. Print.

Storey, John. Cultural Theory and Popular Culture: An Introduction. 9th ed. London: Routledge, 2021. Print.

Tyner, Kathleen. Media Literacy in Action: Questioning the Media. New York: Routledge, 2018. Print.

Van Leeuwen, Theo. Discourse and Practice: New Tools for Critical Discourse Analysis. 2nd ed. Oxford: Oxford University Press, 2018. Print.

Walby, Sylvia. Theorizing Patriarchy. Oxford: Basil Blackwell, 1990. Print.

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Saputro, R. B., Faizah, U., & Purwanto, J. (2026). Representasi Kultural Patriarki dalam Film Air Mata di Ujung Sajadah Karya Rony Irawan: Analisis Teks Budaya dan Relevansinya sebagai Bahan Ajar Sastra di SMA. Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 10(1), 63-77. https://doi.org/10.30998/ksk49w65