Multimodalitas terhadap Ujaran Kebencian dan Toxic Comments di Media Sosial sebagai Representasi Dinamika Sosial serta Pola Interaksi Digital
DOI:
https://doi.org/10.30998/4f0xsa96Keywords:
Multimodalitas; hate speech; toxic comments; media sosialAbstract
Perkembangan media sosial menimbulkan ujaran kebencian (hate speech) dan toxic comments sebagai bentuk praktik komunikasi yang tidak lagi bersifat monomodal, melainkan memadukan teks dengan unsur visual seperti gambar, emoji, simbol, dan elemen tipografis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran multimodalitas dalam pembentukan makna ujaran kebencian serta menjelaskan bagaimana fenomena tersebut mempresentasikan dinamika sosial dan pola interaksi digital kontemporer. Metode yang digunakan adalah systematic review dengan pendoman PRISMA 2O20 terhadap artikel jurnal internasional periode 2021-2026 yang diperoleh melalui Google Scholar. Sebanyak sepuluh artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis untuk mengidentifikasi pendekatan metodologis, temuan utama dan kontribusi teoritis terkait deteksi serta interpretasi ujaran kebencian berbasis multimodal. Hasil penelitian menunjukkan integrasi bahasa verbal dengan unsur visual secara signifikan memperkuat daya ilokusi, ekspresi emosi dan pesan ideologis dalam ujaran kebencian, sehingga maknanya tidak dapat dipahami hanya dari aspek leksikal. Ujaran kebencian multimodal berkorelasierat dengan polarisasi identitas, konflik politik, perubahan norma kesantunan, serta pola interaksi asinkronus dan multilateral di media sosial. Media sosial berfungsi sebagai arena resonansi yang menormalisasi dan memproduksi simbol serta narasi kebencian melalui partisipan kolektif pengguna.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Agustiansyah Amanda, Suhartono, Agusniar Dian Savitri (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.







