Revitalisasi Cerita Rakyat Sumatera Utara sebagai Bahan Ajar BIPA di Thailand dengan Media Komik
DOI:
https://doi.org/10.30998/58xwgn71Abstract
Abstrak: Cerita rakyat merupakan cerminan dari identitas budaya suatu daerah. Melestarikan cerita rakyat membantu meningkatkan apresiasi terhadap budaya lokal, baik di dalam maupun di luar daerah. Cerita rakyat berfungsi sebagai media transfer pengetahuan dan nilai-nilai budaya dari generasi ke generasi. Mengenalkan budaya Indonesia pada mahasiswa melalui pembelajaran BIPA merupakan sarana yang sangat baik. Namun, kenyataannya terdapat beberapa tantangan, antara lain; perbedaan bahasa, kurangnya materi ajar, kurangnya inovasi sehingga rendahnya motivasi belajar. Memanfaatkan komik yang menarik sebagai bahan ajar BIPA merupakan salah satu solusi dalam mengenalkan budaya Indonesia pada mahasiswa Thailand. Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu wawancara, observasi, dan angket. Terdapat dua analisis data yang digunakan, yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Analisis data kualitatif digunakan untuk mengolah hasil data dari angket validasi ahli media, bahasa dan praktisi. Analisis data kuantitatif diolah dengan melakukan analisis pra-syarat normalitas, homogenitas, uji one sampel t-test. Kelayakan serta kualitas pengembangan media komik diperoleh dari penilaian ahli media, ahli bahasa, dan praktisi dengan kategori sangat layak diterapkan. Selanjutnya, dilakukan analisis data yang diperoleh dari penelitian melalui uji one sampel t-test diperoleh nilai Sig. 2-tailed sebesar 0,000. Hasilnya menunjukkan nilai sig. < 0,05. Dapat disimpulkan terdapat peningkatan pengaruh penggunaan media komik sebagai bahan ajar BIPA di Thailand.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 rinadevianty Rina (Translator); Edi Saputra, Nabila (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.







