Lanskap Linguistik di Museum Benteng Vredeburg dan Museum Sonobudoyo Yogyakarta
DOI:
https://doi.org/10.30998/f7kfhs55Keywords:
Variasi Bahasa, Fungsi Lanskap linguistik, MuseumAbstract
Lanskap linguistik merupakan kajian yang menelaah praktik penggunaan bahasa melalui tanda-tanda kebahasaan di ruang publik yang dikelola oleh berbagai pihak. Keberadaan bahasa di ruang publik tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi, tetapi juga menjadi medium penguatan identitas nasional, eksistensi bangsa dalam konteks global. Penelitian ini bertujuan mengkaji variasi bahasa serta fungsi lanskap linguistik di Museum Benteng Vredeburg dan Museum Sonobudoyo Yogyakarta. Urgensi kajian ini didasarkan pada meningkatnya penggunaan bahasa asing di ruang publik yang memerlukan pengendalian agar tetap sejalan dengan kebijakan kebahasaan nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan rujukan kerangka teoretis Spolsky serta Landry dan Bourhis. Analisis difokuskan pada pemetaan variasi bahasa dan fungsi lanskap linguistik yang diwujudkan melalui papan informasi di kedua museum. Hasil penelitian menunjukkan adanya penggunaan bahasa monolingual, bilingual, dan multibahasa dengan fungsi informatif dan simbolik, meskipun konsistensi penerapannya masih perlu ditingkatkan agar penyajian informasi lebih tertata.
Downloads
References
Aisyah, Siti. “Analisis Variasi Lanskap Linguistik Di Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara Sebagai Daya Tarik Wisata Budaya.” TOBA: Journal of Tourism, Hospitality and Destination, vol. 2, no. 4, 2023, pp. 96–99, doi:10.55123/toba.v2i4.3192.
Akindele, Dele Olufemi. “Linguistic Landscapes as Public Communication: A Study of Public Signage in Gaborone Botswana.” International Journal of Linguistics, vol. 3, no. 1, 2011, p. 39, doi:10.5296/ijl.v3i1.1157.
Blommaert, Jan. “Ethnography, Superdiversity and Linguistic Landscapes.” Ethnography, Superdiversity and Linguistic Landscapes, no. April 2012, 2013, doi:10.21832/9781783090419.
Blunden, Jennifer. The Language with Displayed Art(Efacts). no. November, 2016.
Hadiprawiro, Yulianto, et al. “Kajian Estetis Dan Bahasa Indonesia Pada Sistem Tanda Museum Indonesia Taman Mini ‘Indonesia Indah.’” Jurnal Desain, vol. 3, no. 02, 2016, pp. 125–42, https://journal.lppmunindra.ac.id/index.php/Jurnal_Desain/article/view/657.
ICOM, International Council of Museum. Running a Museum: A Practical Handbook. 2004.
Kementerian Pendidikan dan Direktorat Jenderal Kebudayaan. Rencana Strategis Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta Tahun 2020-2024. no. 6, 2020.
Khoiriyati, Fifi. LANSKAP LINGUISTIK RUMAH MAKAN THE HOUSE OF RAMINTEN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA. no. 1, 2024, pp. 37–48.
Mauliddian, Khilmi, et al. “Penanda Publik Bahasa Kawi Di Kota Probolinggo: Kajian Lanskap Linguistik.” Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, vol. 11, no. 1, 2022, p. 130, doi:10.26499/rnh.v11i1.2716.
Nugraha, Edy, and Wini Tarmini. “Kajian Lanskap Linguistik Papan Penanda Tebet Ecopark.” Prosiding Konferensi Linguistik Tahunan Atma Jaya (KOLITA), vol. 21, no. 21, 2023, pp. 73–83, doi:10.25170/kolita.21.4837.
Permendikdasmen. Peraturan Menteri Pendidikan Dasar Dan Menegah Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2025. 2025, pp. 1–23.
Purnama, Yogi. Multilingualisme Penamaan Toko Di Margonda, Kota Depok, Jawa Barat: Kajian Lanskap Linguistik. 2025, pp. 1–10.
Riyan Febriansyah, et al. “Eksplorasi Lanskap Linguistik: Potret Keberlangsungan Bahasa Lokal Dalam Modernitas Area Wisata Di Manokwari.” Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, vol. 11, no. 2, 2025, pp. 1681–95, doi:10.30605/onoma.v11i2.5605.
Susanti, Dewi Indah. “Eksistensi Bahasa Daerah (Bahasa Jawa) Di Bandara Adisutipto, Yogyakarta.” Wacana : Jurnal Bahasa, Seni, Dan Pengajaran, vol. 2, no. 2, 2018, pp. 16–20.
Ur Rohmah, L; Hilaliyah. H. Sumadyo, B. “Fungsi Bahasa Di Museum Kebaharian Jakarta: Situs Marunda Rumah Si Pitung (Kajian Lanskap Linguistik).” Dinamika, 2025, pp. 283–93.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Dewi Indah Susanti, Atiek Nur Hidayati, Hendry Sugara, Ifran Nurtiputra, Diah Atika Pramono (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






