Apa Artinya Personal Branding Bagi Gen Z di Instagram dalam Mengahadapi Dunia Kerja?

Authors

  • Fazar Munna Saleh Universitas Bhayangkara Jakarta Raya image/svg+xml Author
  • Imaddudin Imaddudin Universitas Bhayangkara Jakarta Raya image/svg+xml Author

DOI:

https://doi.org/10.30998/g.v6i1.1243

Keywords:

Dunia Kerja, Media Sosial Instagram, Generasi Z, Personal Branding

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana Gen Z di Jakarta memandang dan menerapkan personal branding di Instagram, terutama dalam persiapan memasuki dunia kerja. Sebagai platform media sosial yang populer, Instagram berperan penting dalam membangun citra profesional, namun pemahaman dan praktik personal branding di kalangan generasi muda masih bervariasi. Pendekatan penelitian ini kualitatif dengan metode fenomenologi untuk menggali pengalaman dan perspektif individu dalam membangun personal branding di Instagram. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dengan mahasiswa Gen Z di Jakarta yang memiliki akun Instagram kurang aktif atau belum memahami konsep personal branding secara mendalam. Hasil penelitian menyadari pentingnya personal branding untuk meningkatkan daya saing di dunia kerja, tetapi menghadapi tantangan dalam konsistensi pengelolaan konten dan kurangnya pemahaman strategi branding yang efektif. Meskipun fokus utama mereka adalah aspek visual dan estetika, pemanfaatan Instagram sebagai alat strategis dalam membangun jaringan profesional masih belum optimal. Penelitian ini merekomendasikan perlunya edukasi lebih lanjut mengenai strategi personal branding melalui kegiatan kampus, pelatihan dari praktisi industri, serta program kolaboratif yang melibatkan mahasiswa dan dunia kerja. Upaya ini diharapkan dapat membantu generasi muda memaksimalkan penggunaan media sosial secara strategis untuk mendukung karier.

 

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

  • Fazar Munna Saleh, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

    Fakultas Ilmu Komunikasi

  • Imaddudin Imaddudin, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

    Fakultas Ilmu Komunikasi

References

Adani, N. S., & Setianingrum, V. M. (2024). Studi Fenomenologi Personal Branding Pendaki Gen-Z Di Media Sosial. The Commercium, 8(3), 97–107.

Annur, C. M. (2026). 10 Negara dengan Jumlah Penduduk Terbanyak di Dunia Pertengahan 2023. [Dataset]. https://databoks.katadata.co.id/demografi/statistik/15a5294c304a507/10-negara-dengan-jumlah-penduduk-terbanyak-di-dunia-pertengahan-2023

Creswell, J. W., & Miller, D. L. (2000). Determining validity in qualitative inquiry. Theory into practice, 39(3), 124–130.

Damiyana, D., Darlin, E., & Hanarti, I. (2023). Meraih Sukses Melalui Personal Branding Bagi Gen Z Di Smk Laboratorium Global Cikarang. Jurnal Abdimas Plj, 3(2), 68–73.

Dimock, M. (2019). Defining generations: Where Millennials end and Generation Z begins. Pew research center, 17(1), 1–7.

Efrida, S., & Diniati, A. (2020). Pemanfaatan fitur media sosial Instagram dalam membangun personal branding Miss International 2017. Jurnal Kajian Komunikasi, 8(1), 57–71.

Febriyanta, I., & Made, I. (2020). Serba-serbi Penggunaan Media Sosial di Instansi Pemerintah. Ditjen Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Diakses dari: https://www. djkn. kemenkeu. go. id/kanwil-jakarta/baca-artikel/13455/Serba-serbi-Penggunaan-Media-Sosial-di-Instansi-Pemerintah. html.

Hardey, M. (2007). The city in the age of web 2.0 a new synergistic relationship between place and people. Information, Communication & Society, 10(6), 867–884.

Hayati, K., Wardani, A., Suprayitno, D., & Hartanto, H. (2024). Edukasi tentang pembentukan personal branding melalui pemanfaatan media sosial bagi Gen Z. Martabe: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(7), 2426–2434.

McNally, D., & Speak, K. D. (2002). Be your own brand. American Salesman, 47(7), 29–30.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative data analysis. sage.

Montoya, P., & Vandehey, T. (2002). The personal branding phenomenon: Realize greater influence, explosive income growth and rapid career advancement by applying the branding techniques of Michael, Martha & Oprah. Peter Montoya.

Rachmawati, D. (2022). Pandangan generasi Z mengenai personal branding online fresh graduates dalam mencari pekerjaan. WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 21(1), 137–149.

Rahmawati, F., & Wijaya, L. S. (2024). Membangun Personal Branding di Linkedin: Perspektif Generasi Z dalam Pencarian Kerja. Prologia, 8(2), 522–537.

Syamsiyah, M. N. (2020). Ask the Expert: Apakah Media Sosial Berpengaruh pada Lamaran Kerja? [Dataset]. https://kumparan.com/kumparanwoman/ask-the-expert-apakah-media-sosial-berpengaruh-pada-lamaran-kerja-1seDzJjG49u/full

Vițelar, A. (2019). Like me: Generation Z and the use of social media for personal branding. Management dynamics in the knowledge economy, 7(2), 257–268.

Wardana, R. S., & Bellion, B. V. (2023). “Background Checking”, Apakah Diperlukan? [Dataset]. https://money.kompas.com/read/2023/10/09/183000326/-background-checking-apakah-diperlukan-

Zain, A. A., & Dwivayani, K. D. (2024). Penggunaan Instagram pada Generasi Z sebagai media komunikasi dalam membangun personal branding ilustrator@ Indahoei. Jurnal Indonesia: Manajemen Informatika Dan Komunikasi, 5(1), 359–372.

Zulwiddi, N. (2024). Kepemimpinan Guru Pai Dalam Pengembangan Karakter Siswa Di Smp Plus Baabussalam. An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam, 4(1), 11–23.

Downloads

Published

29-06-2026

How to Cite

Saleh, F. M., & Imaddudin, I. (2026). Apa Artinya Personal Branding Bagi Gen Z di Instagram dalam Mengahadapi Dunia Kerja?. Gandiwa Jurnal Komunikasi, 6(1), 65-74. https://doi.org/10.30998/g.v6i1.1243