Analisis Arsitektur Dan Tata Ruang Benteng Vredeburg Pada Abad Ke 18 Hingga 19
DOI:
https://doi.org/10.30998/yxgbve84Kata Kunci:
Benteng Vredeburg, Arsitektur, Tata ruangAbstrak
Artikel ini bertujuan menganalisis arsitektur dan tata ruang Benteng Vredeburg pada abad ke-18 sebagai representasi strategi pertahanan sekaligus simbol kekuasaan kolonial Belanda di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode histori yang meliputi tahapan pemilihan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Data penelitian diperoleh melalui studi pustaka terhadap buku sejarah, jurnal ilmiah, dokumen arsip, serta sumber sekunder yang membahas sejarah dan arsitektur Benteng Vredeburg. Data tersebut kemudian dianalisis secara kualitatif melalui proses kritik sumber dan interpretasi historis untuk memahami fungsi, bentuk, serta makna arsitektur benteng dalam konteks kolonial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Benteng Vredeburg tidak hanya berfungsi sebagai bangunan pertahanan militer, tetapi juga sebagai sarana pengawasan dan pengendalian politik Belanda terhadap Keraton Yogyakarta. Secara arsitektur, benteng ini menampilkan gaya pertahanan Eropa dengan empat bastion di setiap sudutnya serta tata ruang yang dirancang berdasarkan fungsi militer, logistik dan administrasi. Struktur bangunannya memperlihatkan adaptasi terhadap lingkungan tropis melalui penggunaan batu tebal, sistem ventilasi alami, serta bentuk atap limasan. Penelitian ini menegaskan bahwa Benteng Vredeburg mencerminkan perpaduan antara strategi militer, kontrol politik, dan akulturasi arsitektur kolonial dengan lingkungan lokal.
Kata kunci: Benteng Vredeburg, Arsitektur, Tata ruang
Unduhan
Referensi
Aryningtias, D. F., Matur, R. N., Vadila, R., Hermawan, H., & Damasdino, F. (2025). Efektivitas penggunaan virtual tour dalam meningkatkan pengalaman berkunjung di museum benteng vredeburg. JURNAL KEPARIWISATAAN DAN HOSPITALITAS, 9(1).
Ching, F. D. (2007). Arsitektur Bentuk Ruang dan Tatanan Edisi 3 (3rd ed.). Penerbit Erlangga.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (1990). TINJAUAN sejarah selayang pandang : Museum bekas benteng Vredeburg Yogyakarta / Departemen Pendidikan dan Kebudayaan | Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY. In ogyakarta Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Dhita, A. N., & Nofradatu, S. (2021). JALAN MENUJU KELAHIRAN KESULTANAN PALEMBANG (1675). Estoria: Journal of Social Science and Humanities, 2(1), 149–161. https://doi.org/10.30998/JE.V2I1.598
Faizah, R. S. N., Andreyanto, F., Romadhoni, V. D., Rouf, M. A., & Pamungkas, M. D. (2020). Etnomatematika: Analisis Benteng Vredeburg Ditinjau dari Segi Geometri. Alauddin Journal of Mathematics Education, 2(1), 64. https://doi.org/10.24252/AJME.V2I1.13614
Handayani, T., Andruyani, T., Eka, D., Fortuna, D., Alena, M., Nafarani, D., Syafira, A., Dwi, N., Sari, I., Yulia, A., Sailah, M., Triliani, M., Fadli, M., Intan, C., Adisti, S., Ayu, D., Iklima Zulfa, Ulumuddin, G., Rahmadani, A. D., & Damayanti, R. (2025). BENTENG VREDEBURG SIMBOL HEGOMONI KOLONIAL BELANDA TERHADAP KESULTANAN. Penerbit Universitas Muhammadiyah Malang.
Hardiyanta, I. E. (2017). Dinamika pelestarian cagar budaya . Yogyakarta : Ombak.
Huzairin, M. D., Anhar, P., & Mentayani, I. (2016). Arsitektur Benteng Vredburg : Pengaruh Arsitektur Renaissance, Tradisional Jawa dan Cina. INFO-TEKNIK, 2(1), 7–14. https://doi.org/10.20527/INFOTEK.V2I1.445
Mohtar, O. (2023). Obah trus pitung bumi: gempa bumi di Vorstenlanden 1867. Sejarah Dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, Dan Pengajarannya, 17(1), 14–25. https://doi.org/10.17977/UM020V17I12023P14-25
Nadhifah, A. K. (2025). RELASI HIBRIDITAS DAN DUALITAS DALAM TRANSFORMASI BENTENG VREDEBURG DI YOGYAKARTA. ALUR : Jurnal Arsitektur, 8(1), 28–39. https://doi.org/10.54367/ALUR.V8I1.4459
Rampai, B. (2014). Benteng Dulu, Kini, &Esok (I. Adrisjianti, Ed.). Penerbit Kepel Press. https://repositori.kemendikdasmen.go.id/2053/1/Buku%20Benteng2.pdf
Romadhonita, N., & Rachmalia, I. (2024). ANALISIS SEJARAH DAN FUNGSIONALITAS DALAM ARSITEKTUR : STUDI KASUS BENTENG VREDEBURG YOGYAKARTA. UPN “Veteran” Jawa Timur.
Sari, M. L., & Wisdianti, D. (2024). Analisis Sejarah Karya Arsitektur Bangunan Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta. Jurnal Teknik Dan Teknologi Indonesia, 2(3), 12–21.
Sekundiana, C. P., Ardiyanto, A., & Krisprantono, K. (2023). Kajian Fitur Arsitektur Kolonial Belanda Pada Benteng Willem I. Jurnal Lingkungan Karya Arsitektur, 2(1), 38–51. https://doi.org/10.37477/LKR.V2I1.346
Tanjung, F., Cristiani Berutu, A., Sihombing, J., Hidayah, M., & Atira, N. (2025). SEJARAH DAN PERAN BENTENG VREDEBURG DARI PERTAHANAN KOLONIAL MENJADI PUSAT EDUKASI SEJARAH. Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner, 9(3), 2118–7302.
Taruna, R. T., Murhayati, S., & Rahayu, T. (2025). Analisis Konseptual Metode Historis dan Etnografi dalam Penelitian Kualitatif. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(2), 13110–13119.
Wibowo, B. A. (2022). EKSISTENSI TRADISI LISAN SEBAGAI SUMBER SEJARAH LOKAL. Estoria: Journal of Social Science and Humanities, 3(1), 383–397. https://doi.org/10.30998/JE.V3I1.1178
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Anis Khoeronnisa, Puteri Salsabila Indrawati, Laely Armiyati, Desi Nurasiyah, Isni Handayani, Laela Silvi, Ismi Arifianti, Indra Permana, Helmy Dwi Yana (Penulis)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish in this journal agree to the following terms:
-
Copyright of the article remains with the author(s).
-
The author(s) grant the journal the right of first publication.
-
Articles are published under the Creative Commons Attribution (CC BY) license, which allows others to share and adapt the work for any purpose, provided that proper credit is given to the author(s) and the original publication in this journal.
By submitting a manuscript, the author(s) confirm that the work is original, has not been published elsewhere, and does not violate any copyright or ethical standards.





