The Process and Function of the Nyetren Ritual in the Bantengan Galogo Djoyo Community, Tulusbesar Village, Malang Regency

Authors

  • Nur Azizah Putri Nabila Universitas Negeri Malang Author
  • Endang Wara Suprihatin Dyah Pratamawati Universitas Negeri Malang Author

DOI:

https://doi.org/10.30998/cs.v8i1.1239

Keywords:

Tulusbesar Vilage, Bantengan Galogo Djoyo, Nyentren Ritual

Abstract

The process and function of the Nyetren ritual is an important part of the bull art, the stages start from preparation, the arrangement of the sesajen to the implementation process whose purpose is to describe in detail the Nyetren ritual process in the Bantengan Galogo Djoyo art from the beginning to the end and what are the functions of the Nyetren ritual in the Bantengan Galogo Djoyo art. The Bantengan Galogo Djoyo community was chosen as a research object because the community is still active in the field of art in Tulusbesar Village, Tumpang District and still holds strong traditional values that are passed down from generation to generation. This ritual is carried out on Thursday night, Friday Kliwon. This ritual is carried out to honor the spirits of the bull's ancestors who will possess the bodies of the bull dancers and finally the bull dancers can experience kalapan. The research methods used in this research are qualitative descriptive, data collection techniques in the form of observation, interview, and documentation. Research findings indicate that the Nyetren ritual—spanning from the preparatory to the execution stages—serves as a spiritual medium for seeking protection from ancestral spirits, a social means of strengthening solidarity among members, and a cultural vehicle. This study offers insights into the ritual process, contributing to efforts to preserve and maintain the Nyetren ritual within the Bantengan art form.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agustin, N. (2025). Analisis Bentuk, Fungsi, dan Makna Tuturan M’Bei’I dalam Ritual Kematian Masyarakat Kutai Adat Lawas Desa Kedang Ipil. Literasi: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya, 9(1), 161-167.

Ardini, A. N., & Badar, A. (2024). “Tukar Gawan” Tradisi Jawa Kirim Doa Jumat Legi di Desa Ngebruk. ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya, 13(2), 198–209. https://doi.org/10.33772/etnoreflika.v13i2.2523

Beraona, S. L., Bataona, M. R., Ndiki Satu, I. E. I., & Bouk, H. S. (2024). Ritual IE Gerek Sebagai Ekspresi Komunikasi Simbolik Dalam Tradisi Leva Nuang. Deliberatio: Jurnal Mahasiswa Komunikasi, 4(2), 238–258. https://doi.org/10.59895/deliberatio.v4i2.481

DP, E. W. S., Widyawati, I. W., & Hidajat, R. (2022). Kalapan Sebagai Unsur Ekonomi Kreatif Pada Jaranan Bromo-Tengger-Semeru (Bts): Tumpang. Jurnal Istiqro, 8(1), 78-90.

Febrianti, F., Huda, N., & Haerussaleh, H. (2025). Analisis Simbolis Mantra dan Ritual dalam Kesenian Bantengan di Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto. Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia Metalingua, 10(1), 112-120.

Firdaus, E. N., & Sukmawan, S. (2021). Peranan Sandur Kembang Desa Dalam Pelestarian Kesenian Sandur Di Bojonegoro, Jawa Timur. Humanika, 28(1), 17–28. https://doi.org/10.14710/humanika.v28i1.35771

Hendriyanto, A. H. & Ayu Kris Sintya. (2025). Simbolisme dan makna dalam ritual suguh sesaji kesenian jaranan pegon kyai menggung di desa mangunharjo kecamatan arjosari. NUSRA : Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan, 6(1), 127–141. https://doi.org/10.55681/nusra.v6i1.3479

Magiman, M. M., Salleh, N., & Mohd Yusoff, A. N. (2020). Simbol kesucian dalam komunikasi ritual masyarakat kadayan sarawak. Prosiding Balai Arkeologi Jawa Barat, 235–246. https://doi.org/10.24164/prosiding.v3i1.26

Lidyasari, D. E., Nur Fajrie, N. F., & Rondli, W. S. (2023). Kesenian Kethoprak Wahyu Budoyo Dalam Pelestarian Nilai-Nilai Budaya. Indonesian Journal of Education and Social Sciences, 2(2), 102–111. https://doi.org/10.56916/ijess.v2i2.494

Malik, R., Susanti, R., Hidir, A., Ihsan, M., & Dzulqarnain, M. F. (2025). Triangulasi dan analisis domain; Meningkatkan kredibilitas dan kedalaman penelitian kualitatif. KAMBOTI: Jurnal Sosial Dan Humaniora, 6(1), 33-41.

Mubayanah, S., & Amin, N. (2024). Transformasi Makna Ritual Dalam Masyarakat Modern: Analisis Sosiologis Dan Budaya. GAHWA, 3(1), 17-33.

Nastiti, K. L., & Kewuel, H. K. (2020). Bantengan: Antara kepercayaan Islam dan kepercayaan lokal. Malang: Program studi Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya.

Ningrum, S. C., Sunuyeko, N., Rochsun, R., Firdausi, F. U., & Novariyanto, R. A. (2025). Eksistensi Kesenian Bantengan" Lembu Sobo Cilik" di Kecamatan Wajak. Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi, 7(3), 146-156.

Prasetyaningrum, N. D. Y., Efendi, A., Widiatmi, T., & Deswijaya, R. A. (2026). Makna Sesajen Dalam Ritual Nyekar Makam Kyai Langsur Di Dusun Klurahan Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 11(01), 96-106.

Puspitasari, R., & Andriyanto, O. D. (2023). Tradisi Kirab Tirta Amerta Sari di Candi Sumberawan, Dusun Sumberawan, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang (Tintingan Folklor). Jurnal Online Baradha, 19(2), 373-392.Rizqiani, T. A. P. (n.d.). Nilai-nilai sosial kesenian kuda lumping masyarakat desa turipinggir.

Safira, R. Z., & Mariasa, I. N. (2021). Interaksi simbolik pada pertunjukan jaranan jawa turonggo budoyo desa rejoagung kabupaten tulungagung. Jurnal Analisa Sosiologi, 10(1).

Salim, L., Badiah, S., & Ramadan, H. R. (2024). Nilai Sosial dan Keagamaan pada Tradisi Wiwitan di Desa Wonodadi Utara Kecamatan Gadingrejo. Socio Religia, 5(1). https://doi.org/10.24042/sr.v5i1.22275

Sari, L. K., & Zakiyah, M. (2024). Makna spiritualisme dalam pandangan etika dan religi Jawa melalui Jaranan Sekarmelati di Desa Sumberawan Singosari: Kajian antropolinguistik. Islamic Insights Journal, 6(2), 15-31.

Saroh, S. M., & Abdillah, A. (2021). Bentuk Dan Prosesi Ritual Pada Pertunjukan Gemblak Mbawi Di Kabupaten Tuban. E-Journal Unesa, 9-13.

Nurhasanah, L., Siburian, B. P., & Fitriana, J. A. (2021). Pengaruh globalisasi terhadap minat generasi muda dalam melestarikan kesenian tradisional indonesia. Jurnal Global Citizen: Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan, 10(2), 31-39.

Siregar, S. U. (2023). Eksistensi dan Fungsi Sosial Ritual Ratib Samman pada Masyarakat Desa Sei Paham Kecamatan Sei Kepayang Kabupaten Asahan. Islamijah: Journal of Islamic Social Sciences, 4(2), 136-151.

Sopanah, A., Hermawati, A., Bahri, S., Utami, R. N., & Sulistyan, R. B. (2024). Nilai Kearifan Lokal Kesenian Bantengan dalam Implementasi Akuntansi. Jurnal Reviu Akuntansi dan Keuangan, 14(3). https://doi.org/10.22219/jrak.v14i3.36298

Suprihatin, E. W., Sumarwahyudi, S., Hidajat, R., & Prasetyo, Y. A. (2025). Program Pengembangan Kewirausahaan Jaranan Laksamana Manggala Tumpang (Kini Menjadi Laksana Manggala). Jurnal Medika: Medika, 4(4), 1449-1455.

Syahruddin, M. (2025). Pengembangan Ekonomi Kreatif Sebagai Daya Tarik Kampung Wisata Di Kelurahan Kambo Kota Palopo (Doctoral dissertation, IAIN Palopo).

Tamin, H., Hasan, H., Kasmawati, K., & Indarwati, I. (2021). Bentuk dan makna ritual ma’nene’To Sarani di Toraja Utara. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 7(2), 462-469.

Wulandari, Y., & Wiranata, I. H. (2023, August). Ritual Sesajen Pada Pelaksanaan Upacara Pernikahan di Desa Gembongan Ponggok Kabupaten Blitar. In Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan Dan Pembelajaran) (Vol. 6, pp. 1084-1091).

Downloads

Published

2026-07-22

How to Cite

Nur Azizah Putri Nabila, & Pratamawati, E. W. S. D. (2026). The Process and Function of the Nyetren Ritual in the Bantengan Galogo Djoyo Community, Tulusbesar Village, Malang Regency. Cultural Syndrome, 8(1). https://doi.org/10.30998/cs.v8i1.1239