PERANCANGAN ENVIRONMENT ANIMASI “STATE OF THE ART” BERLATAR IBU KOTA NUSANTARA
DOI:
https://doi.org/10.30998/cipta.v4i2.724Kata Kunci:
Animasi, Environment Design, Ibu Kota Nusantara, Neo-vernacularAbstrak
Kehadiran artificial intelligence (AI) telah banyak memengaruhi sistem kehidupan manusia. Kondisi tersebut disertai pula dengan berkembangnya sejumlah teknologi baru. Dalam merancang environment utama untuk animasi 3d “State of the Art”, yakni kafe Hazel’s, penulis menggabungkan unsur futuristik yang berasosiasi dengan kecanggihan AI beserta unsur tradisional Indonesia yang mencerminkan harmoni manusia dan alam. Untuk mencapai hal tersebut, perancangan mengambil referensi utama dari Pedoman Bangunan Cerdas Nusantara yang merupakan panduan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Referensi yang didapat kemudian digabungkan dengan elemen rumah Joglo yang hadir sebagai representasi manusia sebagai makhluk berbudaya. Penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif, pengumpulan data melalui studi literatur dan observasi, serta pembahasan berdasarkan teori environment design dan neo-vernacular architecture. Hasil dari penelitian ini adalah deskripsi proses penciptaan environment kafe Hazel’s untuk animasi State of the Art.
Unduhan
Referensi
Aditya, C. (2020). Constructing the visual language of 19th century Celebes Sea region maritime culture through concept art. Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual, 13(1), 9-16.
Alfaiz, I. (2023). The progress of vernacular architecture in Indonesia. Anabata.
Fajrine, G., Purnomo, A., & Juwana, J. (2017). Penerapan konsep arsitektur neo vernacular pada stasiun pasar minggu. Seminar Nasional Cendekiawan, 3(2), 85-91.
Iswanto, D. (2008). Aplikasi ragam hias Jawa tradisional pada rumah tinggal baru. Jurnal Ilmiah Perancangan Kota dan Permukiman, 7(2), 90-97.
Jenks, C. (1984). Language of post-modern architecture. Rizzoli.
Karacah, A.O. (2022). Fictional vernacular architecture as a worldbuilding element: Structure samples from the world of warcraft video game. IDA: International Design and Art Journal, 4(1), 109-127.
Kiswari, M.D. (2019). Identifikasi perubahan fungsi ruang pada rumah tinggal joglo studi kasus: Rumah joglo di desa keji, kecamatan muntilan, kabupaten magelang, jawa tengah. PRAXIS, 2(1).
LoBrutto, V. (2002). The filmmaker’s guide to production design. Allworth Press.
Moniaga, C., & Gunawan, A. (2019). Rumah joglo sebagai identitas visual konsep bangunan kuliner kontemporer. Desain Komunikasi Visual dan Media Baru, 1(2).
Moor, R. (Director). (2016). Zootopia [Film]. Walt Disney Pictures.
Pangestu, J., Gandarum, D., & Purnomo, E. (2022). Penerapan arsitektur neo vernakular jawa pada fasad bangunan hotel. Prosiding Seminar Intelektual Muda 7, Sains, Teknologi dan Kultur dalam Peningkatan Kualitas Hidup dan Peradaban, 194-203.
Rahardja, E. & Lukmanto, C.M. (2020). Environment design as visualization of main character’s emotion in the music video ‘Blue’. ADADA Proceeding 2020.
Saidi, A., Astari, N., & Prayoga, K. (2019). Penerapan tema neo vernacular pada wajah bangunan gedung utama dewan perwakilan rakyat daerah provinsi bali. Gradien Fakultas Teknik UNR, 11(2), 136-145.
Susantono, B. (Ed.) (2023). Cetak biru kota cerdas nusantara. Kedeputian Bidang Transformasi Hijau dan Digital.
Susantono, B. & Berawi, M.A. (Ed.) (2023). Pedoman bangunan cerdas nusantara. Kedeputian Bidang Transformasi Hijau dan Digital.
Utomo, T.P. (2006). Transformasi nilai estetika rumah “joglo” di Kawasan kotagede Yogyakarta. Jurnal Ornamen, 3(2), 60-75.
Wang, P. (2019). On defining artificial intelligence. Journal of Artificial Intelligence, 10(2), 1-37.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Melisa Victoria Sugondo, Mega Iranti Kusumawardhani (Penulis)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.






