ANALISIS MATERIAL ALAMI PADA PERANCANGAN INTERIOR CO-WORKING SPACE SINERGI YOGYAKARTA
DOI:
https://doi.org/10.30998/cipta.v4i2.909Keywords:
Yogyakarta, Desain Interior, Co-Working Space, Bambu, Analisis MaterialAbstract
Saat ini, banyak perusahaan mendorong para pekerjanya untuk lebih berinovasi dan produktif. Salah satu caranya adalah beralih ke co-working space, yaitu ruang kerja bersama yang berkembang pesat karena mampu meningkatkan produktivitas penggunanya. Di lain sisi, isu material ramah lingkungan sedang menjadi topik hangat di kalangan masyarakat desain, apalagi dengan banyak permasalahan terkait polusi yang disebabkan oleh limbah waste material. Penggunaan material berkelanjutan mulai diterapkan baik dalam arsitektur maupun interior. Konsep ini mengangkat isu lingkungan, dimana penggunaan material dari alam atau lingkungan sekitar merupakan pilihan yang aman dibandingkan material industri. Dengan isu tersebut penulis melakukan penelitian di salah satu co-working space Yogyakarta yaitu Sinergi co-working space, co-working space yang menjadi satu dengan kafe dengan memanfaatkan material ramah lingkungan yaitu bambu.
Downloads
References
Hornby, A. S. (2000). Oxford advanced learner’s dictionary. Oxford University Press.
Mendler, S., Odell, W., & Lazarus, M. A. (2000). The HOK guidebook to sustainable design. John Wiley & Sons.
Moleong, L. J. (2005). Metodologi penelitian kualitatif. Rosdakarya.
Mustakim, et al. (2009). Bambu sebagai material yang berkelanjutan dan affordable untuk perumahan.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Winartha, I. M. (2006). Metodologi penelitian kuantitatif dan kualitatif. Gaha Ilmu.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ryan Maulana, Rio Setia Monata, Ardianti Permata Ayu (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.






