VISUALISASI PERKEMBANGAN PSIKOLOGIS DALAM PERANCANGAN KARAKTER TETUKA MELALUI DESAIN KOMUNIKASI VISUAL

Authors

DOI:

https://doi.org/10.30998/cipta.v5i1.2384

Keywords:

Gatotkaca, wayang kulit, desain karakter, perkembangan psikologis, Tetuka

Abstract

Perancangan karakter Tetuka selama ini telah dikembangkan melalui eksplorasi bentuk berdasarkan referensi pewayangan, tetapi hubungan antara perkembangan psikologis, perubahan visual, dan fungsi media sebagai sarana pengenalan karakter belum banyak dirumuskan secara terpadu. Penelitian ini bertujuan memvisualisasikan perkembangan psikologis Tetuka melalui pendekatan desain komunikasi visual sekaligus merumuskan media wayang kulit yang dapat memperkenalkan perjalanan Tetuka hingga menjadi Gatotkaca. Metode yang digunakan adalah penelitian artistik dengan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui studi pustaka, kajian karakter wayang, analisis visual, pemetaan psikologis, eksplorasi bentuk, dan evaluasi rancangan. Teori perkembangan psikososial Erikson digunakan secara adaptif sebagai kerangka interpretatif, sedangkan prinsip persepsi visual dan desain karakter digunakan untuk menerjemahkan karakteristik perkembangan ke dalam proporsi, bentuk, siluet, ekspresi, gestur, kostum, atribut, dan warna. Hasil perancangan menghasilkan lima tahap visual, yaitu Jabang Tetuka, Tetuka balita, Tetuka remaja, Tetuka dewasa, dan transformasi menuju Gatotkaca. Media wayang kulit diposisikan sebagai media utama untuk memperkenalkan rangkaian karakter melalui lakon perjalanan Tetuka. Pengembangan media selanjutnya dapat dibuat fleksibel sesuai sasaran pengguna, termasuk untuk pembelajaran mengenai proses pembentukan karakter, kepemimpinan, dan kesatria.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arnheim, R. (2020). Art and visual perception. University of California Press.

Bancroft, Tony. (2006). Creating characters with personality : for film, TV, animation, video games, and graphic novels. Watson-Guptill ; Windsor.

Dwijonagoro, S., Meilawati, A., Nurhidayati, N., & Wulan, S. H. (2019). Chracter education in banjaran bima play and its implication in education. Jurnal Pendidikan Karakter, 9(2). https://doi.org/10.21831/jpk.v9i2.24981

Erikson, E. H. . (1993). Childhood and society. W.W. Norton & Company.

Erikson, E. H. . (1994). Identity : youth and crisis. W.W. Norton & Company.

Guntur. (2016). Metode penelitian artistik. ISI Surakarta Press.

Hadiprashada, D. (2021). Perspektif komunikasi dan budaya dalam tradisi masyarakat jawa di kota bengkulu. Jurnal Kaganga: Jurnal Ilmiah Sosial Dan Humaniora, 5(1), 88–97. https://doi.org/10.33369/jkaganga.5.1.88-97

Ismawarsari, F. Y., Indradini, R. H., & Hidayat, P. N. (2014). Boneka tawaraja (cerita wayang berirama jari): media pembelajaran bahasa indonesia dalam peningkatan Pendidikan karakter. Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY, 9(2) https://journal.uny.ac.id/index.php/pelita/article/view/4016/3472

Munawwarah, S., & Rustan, E. (2022). Pengembangan media pembelajaran wayang figur kedaerahan. JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia), 9(1), 79–92. https://doi.org/10.21831/jipsindo.v9i1.130559

Saptodewo, F. (2014). Perancangan visualisasi tokoh wayang Bambang tetuka. Jurnal Desain, 1. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.30998/jurnaldesain.v1i02.556

Saptodewo, F. (2015). Perancangan bentuk tokoh wayang tetuka saat balita. Jurnal Desain, 3(01). https://doi.org/http://dx.doi.org/10.30998/jurnaldesain.v3i01.588

Saptodewo, F. (2016a). Pengembangan karakter wayang tetuka untuk pengembangan cerita saat berada di kawah candradimuka. Jurnal Desain. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.30998/jurnaldesain.v3i03.714

Saptodewo, F. (2016b). Perancangan karakter wayang tetuka untuk lanjutan cerita saat keluar dari kawah candradimuka. Jurnal Desain, 4(01), 29. https://doi.org/10.30998/jurnaldesain.v4i01.850

Saptodewo, F. (2017). Kajian karakter wayang jabang tetuka melalui metode penelitian artistik. Jurnal Desain, 4(03), 184. https://doi.org/10.30998/jurnaldesain.v4i03.1133

Subiyantoro, S., & Fadhilah, S. S. (2020). A study on teachers’ perceptions towards cultural arts subject using wayang kulit purwa to students of junior high school in solo raya. International Journal of Pedagogy and Teacher Education, 4(2), 138. https://doi.org/10.20961/ijpte.v4i2.44145

Sunarto. (1989). Wayang kulit purwa gaya yogyakarta: sebuah tinjauan tentang bentuk, ukiran, sunggingan. Balai Pustaka.

Suyasa, Pt. A., & Suandi, I. N. (2019). Nilai pendidikan karakter dalam dialog tokoh cenk-blonk dalam lakon gatutkaca duta dan penerapannya oleh guru pada pembelajaran bahasa indonesia. Indonesian Values and Character Education Journal, 1(2), 75. https://doi.org/10.23887/ivcej.v1i2.20317

Tillman, Bryan. (2015). Creative character design. Focal Press.

UNESCO. (2008). Wayang puppet theatre. representative list of the intangible cultural heritage of Humanity. International Day of the Intangible Cultural Heritage. https://ich.unesco.org/en/RL/wayang-puppet-theatre-00063

Vayoga, B. R., Suyanto, S., & Subiyantoro, S. (2018). Character education values as reflected by gatotkaca dress properties in surakarta puppetry style. E-Journal of Cultural Studies, 31. https://doi.org/10.24843/cs.2018.v11.i02.p05

Wicaksono, R. S., & Wardhana, M. I. (2024). Perancangan animasi wayang bima sebagai pendekatan nilai-nilai kepemimpinan untuk anak usia 7-12 tahun. JoLLA Journal of Language Literature and Arts, 4(8), 882–897. https://doi.org/10.17977/um064v4i82024p882-897

Published

2026-08-23

Issue

Section

Articles

How to Cite

Saptodewo, F., Dewanto, Y., Ardy, V., Gugat, T. D., & Yulianto, A. (2026). VISUALISASI PERKEMBANGAN PSIKOLOGIS DALAM PERANCANGAN KARAKTER TETUKA MELALUI DESAIN KOMUNIKASI VISUAL. Cipta, 5(1), 66-80. https://doi.org/10.30998/cipta.v5i1.2384