Membangun Karakter Pemuda Islam Melalui Pendidikan Islam Berbasis Tasawuf: Pendekatan Integratif Spiritual-Psikologis

Authors

DOI:

https://doi.org/10.30998/nxs5c933

Abstract

Pemuda Islam di era modern menghadapi berbagai tantangan sosial dan psikologis seperti hedonisme, individualisme, krisis moral, kecemasan, stres, dan degradasi spiritual akibat perkembangan globalisasi dan kemajuan teknologi. Kondisi ini menunjukkan bahwa pendidikan Islam tidak cukup hanya menekankan aspek intelektual dan kognitif, tetapi juga memerlukan pembinaan spiritual dan psikologis secara seimbang melalui penghayatan tiga pilar Islam. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji pembangunan karakter pemuda Islam melalui pendidikan Islam berbasis tasawuf dengan pendekatan integratif spiritual-psikologis dengan infiltrasi tiga pilar Islam; Iman, Islam dan Ihsan. Tulisan ini menggunakan penelitian kualitatiuf dengan metode studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji berbagai literatur mengenai pendidikan Islam, tasawuf, psikologi, dan perkembangan pemuda modern. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai tasawuf seperti tazkiyat al-nafs, sabar, tawakal, zuhud, syukur, ikhlas, dan muraqabah memiliki kontribusi besar dalam membentuk karakter pemuda yang berakhlak mulia, memiliki pengendalian diri, ketahanan mental, serta kesehatan psikologis yang lebih baik. Pendekatan integratif spiritual-psikologis mampu membantu pemuda menemukan makna hidup, mengelola emosi, dan menghadapi tekanan kehidupan modern secara lebih bijak. Dengan demikian, pendidikan Islam berbasis tasawuf dapat menjadi salah satu solusi dalam membangun generasi muda Islam yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan kuat secara spiritual.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-07-15

Issue

Section

Articles

How to Cite

Asma, F. R. (2026). Membangun Karakter Pemuda Islam Melalui Pendidikan Islam Berbasis Tasawuf: Pendekatan Integratif Spiritual-Psikologis. Akhlak: Journal of Education Behavior and Religious Ethics, 2(2), 185-194. https://doi.org/10.30998/nxs5c933